10.3.09

Senangnya Menyelamatkan Ribuan Bayi Ceriops dan Rhizophora

Jepara - KeSEMaTBLOG. Pagi-pagi, kami sudah berisiap di kantor untuk melakukan pekerjaan berat dalam rangka menyelamatkan bayi-bayi mangrove kita di Ujung Piring, Jepara. Sebuah program penyelamatan bayi mangrove yang kami sebut dengan KeSEMaT Goes To Arboretum (KGTA) 2009, bertujuan untuk mencari dan membibitkan bibit-bibit mangrove yang berasal dari Ujung Piring, Jepara untuk kemudian kami bibitkan dan tanam di Teluk Awur, Jepara. Tak hanya itu, KGTA juga memiliki manfaat lainnya, yaitu sebagai ajang pembelajaran bagi anggota baru KeSEMaT agar mengetahui teknis identifikasi berbagai spesies mangrove.

Dua puluhan orang KeSEMaTERS dan KeMANGTEER, bertolak dari Kantor KeSEMaT Semarang pada pukul 07.30 WIB menuju ke Teluk Awur, Jepara. Dengan mengendarai motor, kami berboncengan. Cuaca yang cerah sangat mendukung kami dalam melakukan aktivitas di hari itu. Sampai di Teluk Awur, kami singgah sebentar di sebuah warung makan. Selesai makan dan briefing tentang teknis pengambilan benih mangrove, kami segera melanjutkan perjalanan ke Ujung Pring. Setengah jam kami sudah sampai di sebuah mushola, dekat Ujung Piring. Karena waktu sudah menunjukkan pukul 12.00 WIB, kami memutuskan untuk Sholat Dhuhur. Selesai sholat, petualangan-pun dimulai.

Petualangan dimulai dengan mengidentifikasi beberapa spesies mangrove yang ada di Desa Sekuro - Ujung Piring, seperti Rhizhopora apiculata, Hibiscus tiliaceus, Thespesia populnea, Spinifex littoreus, Sonneratia caseolaris, Excoecaria agallocha, Lumnitzera racenosa, Aegiceras corniculatum dan masih banyak lagi. Pukul 13.00 WIB, mulailah perburuan bayi-bayi mangrove dimulai. Dengan membawa sebuah kantong plastik, kami mulai memetik benih-benih mangrove yang masih berada di pohon dan atau yang sudah berjatuhan di permukaan tanah. Tak peduli dengan perihnya akar-akar Sonneratia yang menghujami telapak kaki kami, kami terus saja memasuki area mangrove dan mencari bayi-bayi Rhizophora apiculata. Masing-masing KeSEMaTERS dan KeMANGTEER diberikan target 100 benih.

Setelah selesai melakukan pencarian di Desa Sekuro, perburuan kami lanjutkan ke Desa Jambu untuk mencari benih Ceriops tagal. Ribuan benih Ceriops yang sudah berjatuhan di permukaan tanah berhasil kami ambil dan selamatkan. Setelah selesai melakukan pencarian benih, kami juga mengunjungi sebuah lokasi penebangan mangrove yang ada di sana. Lihatlah foto di atas, kami berada di bagian dalam hutan mangrove yang ternyata gundul. Apabila dilihat dari luar, memang tidak terlihat adanya aktivitas penebangan. Namun, begitu kita memasukinya beberapa meter, puluhan pohon mangrove dengan ketinggian rata-rata kurang lebih 7 meter, telah ditebangi. Belum jelas, oknum siapa yang tega menebangi vegetasi mangrove yang mulai tumbuh sebagai hutan ini.

Dua ribuan benih mangrove berhasil kami kumpulkan. Tugas kami berikutnya adalah mengamankannya ke Arboretum Mangrove KeSEMaT. Dengan membawanya dengan motor, enam buah kantong plastik berisi ribuan calon pohon Rhizophora dan Ceriops, kami bawa ke Teluk Awur. Sesampainya di Teluk Awur, benih-benih tadi kami letakkan di tempat yang aman dari pasang surut dan siap diberikan perlakuan yang benar pada saat Mangrove Cultivation (MC) 2009, 20 Maret 2009.

Tak sabar rasanya, menunggu tanggal 20 Maret itu, agar kami bisa membagi pengetahuan mangrove kami kepada rekan-rekan kami dari seluruh Indonesia tentang teknik pembibitan mangrove yang baik dan benar. Salam MANGROVER!

No comments:

Post a Comment