8.6.09

Ucapan Terima Kasih Datang Bejibun ke Kantor KeSEMaT

Semarang - KeSEMaTBLOG. Kami agak tidak enak hati, karena dua hari kemarin, lima hari yang lalu, seminggu kemarinnya dan sebulan yang lalunya lagi, secara bergantian ada belasan mahasiswa yang berduyun datang ke Kantor KeSEMaT dan mengucapkan rasa terima kasihnya kepada kami. Tak hanya berombongan datang langsung ke Kantor saja, bahkan beberapa dari mereka yang tak sempat ke Kantor kami, juga menyampaikan rasa terima kasih-nya melaui telepon dan SMS.

Awalnya, kami bingung dan sempat bertanya ada apa ini (?). Kebingungan kami tak lepas dari adanya sebuah pertanyaan besar mengenai mengapa ada banyak Rekan mahasiswa yang berterima kasih kepada kami (?). Selidik punya selidik, ternyata mereka merasa bahwa Mangrove Education Center of KeSEMaT (MECoK) yang berhasil dibangun oleh KeSEMaT, telah sangat berjasa besar bagi mereka. Apa pasal? Karena MECoK – KeSEMaT telah berjasa dalam memberikan tempat penelitian yang representatif bagi mereka, sehingga mereka bisa lulus dengan baik dan dapat diwisuda hingga menjadi Sarjana (S1). Mereka menganggap bahwa MECoK – KeSEMaT benar-benar telah memberikan ruang yang besar bagi mereka, dalam melakukan sebuah penelitiannya.

Setelah mengetahui yang demikian, akhirnya kami mengerti. Namun demikian, bagaimanapun juga, kami tetap merasa tidak enak hati. Diterimakasihi seperti ini, membuat pipi kami menjadi merah merona. Tapi, semoga saja segala cucuran terima kasih ini, tak sampai membuat kami kebablasan hingga membesarkan kepala kami.

Perlu kami jelaskan, bahwa jujur, diawal pembangunan MECoK, tak pernah terlintas dalam benak kami akan bisa berfungsi sebagai mesin pencetak sarjana-sarjana Ilmu Kelautan, seperti sekarang. Waktu itu, kami hanya berpikiran sederhana, yaitu bagaimana caranya agar mangrove di belakang Kampus Ilmu Kelautan UNDIP Teluk Awur Jepara, bisa disulap menjadi lebat kembali. Dengan kata lain, dulu kami hanya memikirkan aspek ekologisnya saja, dan tak pernah membayangkan akan hadirnya “efek domino” yang seperti ini.

Nyatanya, MECoK di tahun 2009 ini, memang benar telah berhasil memuluskan jalan para mahasiswa Ilmu Kelautan UNDIP dalam menempuhi “jenjang karirnya.” Tercatat, ada sekitar belasan mahasiswa yang telah mempergunakan MECoK sebagai area penelitiannya, dengan cara mengambil judul skripsi tentang beberapa tema mangrove, seperti (1) struktur komunitas mangrove, udang, kepiting, krustasea (udang dan kepiting), gastropoda, larva ikan, cacing pipih (polychaeta) dan ikan gelodok, (2) pemupukan mangrove, (3) studi pertumbuhan mangrove dan kerang, (4) ekowisata mangrove, (5) studi pemangsaan mangrove (herbivory), (6) studi morfometri mangrove (lihat foto di atas, yang memperlihatkan sekelompok mahasiswa Ilmu Kelautan UNDIP yang sedang melakukan penelitian morfometri mangrove di MECoK) dan masih banyak lagi.

Senang sekali, karena berkat kerja kerasnya, semakin hari KeSEMaT semakin mampu membuktikan kepada masyarakat luas bahwa apa yang dilakukannya memang sangat bermanfaat bagi kehidupan alam dan masyarakat di sekitarnya. Maka, apresiasi dari berbagai pihak yang diamanatkan kepada kami, walaupun mungkin pantas, (namun sekali lagi), tetap (masih) membuat kami tak enak hati. Salam MANGROVER!

1 comment:

  1. hooh mas maturnuwun, kurang larva dan benih ikan kuwi, penelitian struktur komunitase..

    ReplyDelete