14.2.10

Di Demak, Kambing Makan Mangrove!

Semarang – KeSEMaTBLOG. Di Demak, tepatnya di Desa Surodadi, kambing memang umum makan mangrove. Lihatlah foto di samping ini, nampak salah seorang KeSEMaTER sedang mengamati tiga ekor kambing yang sedang asyik menikmati sarapan paginya. Foto ini kami ambil pada pukul 09.00 WIB, di sebuah area pertambakan warga sana, yang menganut konsep silvofishery. Jenis mangrove yang menjadi kudapan kambing adalah Rhizophora, tepatnya Rhizophora mucronata. Mangrove jenis ini, memang sangat umum ditemukan dan mendominasi di Surodadi.

Walaupun ada spesies mangrove lainnya, seperti Avicennia, Sonneratia dan beberapa nama lainnya, namun nampaknya warga setempat lebih memilih memberikan pakan daun-daun Rhizophora kepada kambingnya. Belum ada alasan yang jelas, mengenai fenomena, ini.

Selanjutnya, secara teori, daun-daun mangrove memang mengandung tanin, sebagai sebuah usaha “pembentengan dirinya” terhadap lingkungan tempat hidupnya yang ekstrim. Beberapa penelitian yang saat ini masih diperdebatkan, menunjukan hasil bahwa serasah daun-daun mangrove, seperti Rhizophora yang jatuh ke sedimen di area pertambakan, diduga dapat meracuni tambak sehingga mengurangi hasil produksi pertambakan.

Namun demikian, walaupun daun Rhizophora memiliki “racun,” sepertinya tidak membuat khawatir warga Surodadi akan “keselamatan” kambing-kambing mereka dari bahaya keracunan, sehingga mencampur daun-daun Rhizhopora tersebut dengan rumput sebagai pakan utama kambing. Belum ada penelitian resmi di Demak, mengenai apakah daun Rhizophora bisa menurunkan atau bahkan menaikkan tingkat pertumbuhan kambing-kambing tersebut.

Menurut pengakuan warga setempat, belum ada gejala keracunan terhadap kambing-kambing mereka, bahkan mereka percaya dengan pemberian daun Rhizophora, maka badan kambing-kambing mereka bisa semakin sehat dan kuat, tahan terhadap segala jenis penyakit.

Semoga saja, suatu saat ada yang berminat untuk melakukan penelitian mengenai pengaruh daun-daun Rhizophora ini, terhadap pertumbuhan kambing-kambing di Demak, agar dugaan-dugaan ini, bisa terjawab dengan tuntas. Semangat MANGROVER!