26.1.13

Amrullah Rosadi : Menjaga Mangrove, Menyelamatkan Bumi

Semarang – KeSEMaTBLOG. Kami sempat berbincang singkat dengan Presiden KeSEMaT XII, yaitu Sdr. Amrullah Rosadi (Amrul). Dalam wawancara dengan KeSEMaTONLINE di kantornya, yaitu Kantor KeSEMaT di Semarang, mahasiswa Jurusan Ilmu Kelautan UNDIP Angkatan 2011 ini, banyak menuturkan tentang mangrove dan prinsip hidupnya. Berikut adalah kutipan wawancara kami dengan Amrul, yang sangat inspiratif. Selamat membaca.

Kapan mulai tertarik dengan mangrove?
Setelah masuk bangku kuliah di Ilmu Kelautan UNDIP Semarang, saya mulai mengenal berbagai macam ekosistem yang berkaitan dengan ekologi perairan. Diantara berbagai macam tersebut, saya memusatkan perhatian ke mangrove dan tertarik untuk mendalami lagi pengetahuan-pengetahuan yang mendasari keberadaannya di pesisir pantai.

Kenapa memilih mangrove?
Saya menyadari betapa pentingnya peran mangrove pada ekosistem pesisir, dan sungguh turut prihatin dengan keadaan mangrove yang terus mengalami degradasi. Menurut saya, apabila tidak ada tindak lanjut yang nyata terhadap kondisi mangrove Indonesia yang kritis ini, mangrove bisa punah dan menghilang dari muka bumi. Dan, apabila mangrove punah, maka berbagai macam kerugian akan melanda bumi, yang akan menimpa manusia, terutama masyarakat pesisir.

Apa yang terjadi kalau mangrove hilang?
Berbagai kasus sudah banyak terjadi, seperti tenggelamnya Desa Bedono di Demak karena rob dan rusaknya mangrove di pesisirnya yang sebenarnya berfungsi sebagai pencegah erosi dan abrasi pantai.

Apa menariknya KeSEMaT?
Jujur, saya prihatin dengan kondisi ekosistem mangrove yang terancam. Saya tergerak untuk turut berpartisipasi dalam usaha penyelamatan mangrove yang sudah puluhan tahun dilakukan KeSEMaT. Kualitas program, kontinyuitas dan konsistensi KeSEMaT membuat saya jatuh cinta. Selain itu, Nabi saya berkata, “Khoirunnas Anfa'uhum Linnas,” yang artinya, ”Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat”. Jadi, menjadi bagian dari KeSEMaT merupakan salah satu usaha saya untuk menjadikan hidup saya bisa bermanfaat, sehingga hidup tak akan sia-sia.

Apa pesan Anda untuk para generasi muda Indonesia?
Minimal ketika hidup ada sesuatu yang bisa kita tinggalkan untuk bumi ini yang bermanfaat sehingga amal dan ibadah kita akan terus berjalan walaupun kita telah tiada. Dan, alangkah lebih baiknya, apabila manfaat yang kita buat tersebut lebih peduli kepada lingkungan, melihat kondisi lingkungan di bumi ini semakin kritis. Bagaimana mungkin,bumi yang telah tercipta dan lestari jauh sebelum kita ada, kemudian kita hancurkan dengan mengeksploitasinya secara berlebihan(?). Sudah saatnya kita kembalikan keseimbangan kehidupan yang ada di bumi ini. Dimulai dari hal yang kecil, dari mangrove-pun, pasti sudah ada manfaat positif yang dapat dirasakan oleh bumi ini. Menjaga mangrove, berarti menyelamatkan bumi. Mari awali salam untuk aksi penyelamatan mangrove dengan Salam MANGROVER!, dan jawablah dengan penuh semangat dengan Semangat MANGROVER!