23.1.13

Mangrove Santren, Terkendala Transportasi

Pemalang – KeSEMaTBLOG. Pada tanggal 19 Januari 2013, KeSEMaT melakukan kunjungan ke Kelompok Tani Mangrove yang ada di daerah Santren, Pemalang, Jawa Tengah. Dalam kesempatan ini, KeSEMaT diwakili oleh Sdr. Ferri Septia Purwadi (staf ahli MENDIKTAN) selaku ketua KeSEMaTHUNT KeSEMaTOUR (KHKT) 2013 dan Sdr. Aditya Sukma Bahari (MENPORSI). Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengadakan survei lokasi KeSEMaTOUR 2013.

Dalam survei tersebut, telah ditinjau kawasan konservasi mangrove, kondisi lingkungan dan tokoh masyarakat yang berperan aktif dalam pengelolaan mangrove di Pemalang.

Pada kesempatan kali ini, KeSEMaT disambut langsung oleh Bapak Handoyo selaku ketua kelompok tani daerah Santren. Beliau memaparkan mengenai kondisi ekosistem mangrove yang ada di daerah tersebut. Pada survei kali ini, juga disisir sungai Comal dan lokasi proyek rehabilitasi mangrove yang membelah ekosistem mangrove di sana.

Ekosistem mangrove di Santren dan Mojo sangat terawat. Banyak jenis mangrove yang hidup dengan baik, mulai dari komponen mayor, minor maupun asosiasi. Menurut informasi, bibit mangrove pertama, ditanam secara swadaya pada tahun 2000 dan di tahun 2013 ini, sudah bisa berhasil tumbuh dengan baik.

Namun demikian, ada sedikit permasalahan terkait dengan transportasi, dimana akses ke kawasan mangrove di Santren, hanya bisa dilalui dengan perahu saja. Jalan darat belum memungkinkan.

Hal inilah yang masih terus dikaji oleh kelompok tani mangrove setempat, bersama dengan Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Jawa Tengah, dengan tujuan untuk meningkatkan potensi wisata mangrove pada daerah Santren, Pemalang.

Keseluruhan kegiatan berlangsung dengan baik dan lancar yang menghasilkan beberapa rekomendasi untuk diimplementasikan di KeSEMaTOUR 2013.