11.4.15

Freeze dan Flash Mob Meriahkan Kampanye MANGRES 2015 di UNDIP

Semarang - KeSEMaTBLOG. Sudah sejak pukul 05.30 WIB, panitia Mangrove Restoration (MANGRES) 2015 bersiap. Pagi itu (9/4/15) semua peserta dan panitia MANGRES 2015 berkumpul di Gedung Prof. Sudarto UNDIP, Tembalang. Satu tujuan, untuk mengkampanyekan penyelamatan hutan mangrove Indonesia yang saat ini kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan. Sudah lebih dari 70% hutan mangrove Indonesia rusak!

Bertema MANGROVERRUN, tahun ini, MANGRES 2015 mengajak pesertanya dan warga Semarang untuk berani "berlari" dalam menyelamatkan mangrove.

"Kami menggunakan head band, pita mangrove, simbol mangrover, banner, stiker dan beragam poster dan media lainnya untuk memperlihatkan kepedulian kami terhadap mangrove," terang Afifah, salah satu peserta aksi.

Ditemui di lokasi aksi, Sdr. Mustaqfirin (staf MENPORSI) yang bertindak sebagai orator, menjelaskan bahwa Semarang sudah kehilangan 90% hutan mangrovenya. Kini, di Semarang hanya tersisa vegetasi mangrove saja, hasil dari penanaman kembali yang dilakukan oleh warganya.

"Kami memulai aksi pagi ini dengan briefing, flash mob, freeze, secara bergantian. Sebelumnya, Mas Fahmi dan Irfan, selalu Presiden dan Ketua Pelaksana MANGRES 2015, membagikan semangat mangrover-nya kepada semua peserta. Sangat memotivasi kami," tambahnya.

Aksi kampanye simpatik mangrove di UNDIP ini sangat impresif karena terbukti berhasil menarik pehatian para pemakai jalan yang lalu lalang masuk dan keluar kampus. Tak hanya itu, di media sosial juga ramai mention ke akun Twitter @KeSEMaT yang "berkicau" tentang MANGRES 2015.

"Tadi kami flash mob dan freeze seperti patung. Banyak yang melihat ke kami, tapi cuek, aja. Sambil membawa tulisan karton "90% Mangrove Semarang Rusak" dan "MANGROVERRUN" kami bergantian menyuarakan penyelamatan mangrove Indonesia," jelas Presiden KeSEMaT, Sdr. Fahmi A. B.

Di akhir kampanye, panitia membacakan puisi mengenai mangrove untuk menggugah semangat para peserta. Aksi akan dilanjutkan di Tugu Muda dan Simpang Lima, juga penanaman, awarding night dan monitoring dan evaluasi bibit mangrove di Mangunharjo, Semarang.