20.4.15

Mangrove Flash Mob Guncang Semarang

Semarang - KeSEMaTBLOG. Mangrove Flash Mob (MFM) benar-benar mengguncang Semarang, ketika dua hari kemarin, (11 - 12 April 2015) KeSEMaT berhasil memangrovekan dua lokasi di pusat kota Semarang, yaitu Tugu Muda dan Simpang Lima. MFM dilakukan dengan tujuan menarik perhatian warga Semarang dan mengingatkan mereka bahwa 90% kawasan hutan mangrove di pesisirnya sudah rusak.

Menurut ketua pelaksana Mangrove Restoration (MANGRES) 2015, yaitu Sdr. M. Irfan Cahyo Putro (MENSETSI), tak hanya MFM saja yang dihadirkan, melainkan fun run, freeze, long march, bagi-bagi stiker, penanaman dan pemeliharaan mangrove.

"Tahun ini, kami mengangkat tema MANGROVERRUN, dan MFM ini menjadi salah satu cara kampanye simpatik kami, agar terlihat lebih menarik dan menggembirakan. Kami ingin mengingatkan warga Semarang dengan cara yang santun," tambahnya.

Sebagai informasi, setiap gerakan di MFM dirancang sedemikian rupa sehingga setiap gerakannya memiliki filosofi.

"Gerakannya sederhana, tapi bermakna. Intinya adalah sebuah rasa percaya diri untuk menyelamatkan hutan mangrove tak hanya di Semarang saja, melainkan di Indonesia dan dunia," jelas Sdri. Tania P. (staf MENKOMSI) selaku instruktur MFM.

Sebenarnya, MFM tak hanya diadakan di dua tempat saja, melainkan tiga tempat, karena sebelum di Tugu Muda dan Simpang Lima, MFM juga telah mengguncang kawasan Kampus UNDIP di Semarang.

"Kami sengaja turun ke jalan, namun dengan cara yang santun, berkampanye simpatik untuk menyampaikan pesan kami bahwa kondisi ekosistem mangrove di Semarang dan Indonesia pada umumnya sudah dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan," pungkas Presiden KeSEMaT, Sdr. Fahmi A. B.