14.4.15

Kampanye MANGROVERRUN di Tugu Muda, Curi Perhatian Warga Semarang

Semarang - KeSEMaTBLOG. Pada tanggal 11 April 2015, KeSEMaT menggelar aksi kampanye simpatik MANGROVERRUN dalam rangka Mangrove Restoration (MANGRES) 2015 yang dipusatkan di Tugu Muda, Semarang. Aksi dilakukan sebagai bentuk keprihatinan terhadap kerusakan ekosistem mangrove yang ada di Semarang, dimana sudah lebih dari 90% kawasan mangrovenya rusak.

Kampanye simpatik yang dimulai pada pukul 08.00 WIB - 10.00 WIB ini merupakan aksi lanjutan, setelah beberapa hari sebelumnya dilakukan hal yang sama di Kampus UNDIP, Tembalang.

"Kali ini, kami juga memperingati hari-hari besar lingkungan, seperti air, kehutanan, bumi dan sampah nasional yang jatuh di awal tahun 2015, ini," terang Sdr. M. Irfan C. P. (MENSETSI) selaku Ketua Pelaksana MANGRES 2015. "Kami membuat kampanye ini menjadi menggembirakan, walaupun pesan yang kami sampaikan, kiranya berat. Kami ingin menarik perhatian warga Semarang dan memberikan kesan yang baik, " lanjutnya.

Kampanye hari itu sangat meriah, diliput oleh banyak media massa, baik cetak maupun elektronik. "Kampanyenya mangrovenya unik, bagi-bagi stiker, freeze, teatrikal, ada juga flash mob dan cosplay di keramaian jalan raya. Luar biasa!," kata salah satu wartawan media lokal.

Tiga cosplay disiapkan panitia MANGRES 2015 untuk memeriahkan kampanye simpatik ini, yang merepresentasikan pencemaran air, kerusakan mangrove dan timbunan sampah di kota Semarang.

"Kami sengaja membuat cosplay semenarik mungkin agar menarik minat pemakai jalan. Kami juga membentangkan spanduk di saat lampu merah, dengan harapan mereka bisa mengerti pesan apa yang ingin kami sampaikan," ujar salah satu peserta aksi.

Aksi makin meriah karena suara orasi dan pembacaan prasasti MANGRES 2015 yang dilakukan di tengah lapangan Tugu Muda, dan "disiarkan" langsung dengan sound system sehingga bisa menggema keras, mencapai semua penjuru Tugu Muda. Ini, mencuri perhatian warga Semarang, terbukti dari banyaknya pertanyaan mengenai mangrove kepada panitia di saat kampanye sedang berlangsung.

"Kami tak ingin hanya berjalan, tapi wajib berlari untuk menyelamatkan kawasan mangrove di Semarang, Indonesia, bahkan dunia," pungkas Presiden KeSEMaT, Sdr. Fahmi A. B.