10.4.15

Trialaksita Sari P. A.: Melihat Mangrove Jangan Parsial

Semarang - KeSEMaTBLOG. Ditemui di Kantor KeSEMaT, setelah beberapa waktu yang lalu (27/3/15) menjadi pembicara di program "Nandhur, Yuk" yang diadakan oleh BEM Fakultas Hukum dan Komunikasi UNIKA Seogijapranata Semarang dalam seminar umum berjudul “Greener Today for A Better Future” di Gedung Thomas Aquinas, Dumatri 2015 Sdr. Trialaksita Sari P. A. (Sita) menyatakan kegembiraannya karena saat ini generasi muda, khususnya di Semarang, mulai banyak yang bergerak menyelamatkan mangrove.

"Tahun lalu ada acara serupa, namun bukan mangrove tapi pengelolaan sampah. Saya senang sekali di tahun ini, teman-teman UNIKA melirik mangrove. Jadi, makin banyak lagi orang yang peduli dengan mangrove," ujarnya.

Pada saat memberikan materinya di hadapan puluhan peserta Nandhur, Yuk, Sita mengkampanyekan pentingnya melihat mangrove dari semua sisi, baik ekologi, ekonomi, maupun sumber daya dan jasa. Menurut dia, hal ini penting agar mangrove tak dipandang secara parsial, melainkan holistik sehingga tidak menimbulkan pemahaman yang salah.

"Terkadang, orang hanya menganggap mangrove dari segi ekonominya saja, sehingga eksploitasi di sisi ini menjadi tak terkendali. Padahal, di sisi ekologi, hutan mangrove memegang peran utamanya. Penting banget, memberikan penyuluhan mangrove secara kontinyu, agar setiap generasi memahami mangrove sesuai porsinya. Melihat mangrove jangan parsial," jelas Dumatri 2015, ini.

Salah satu hal menarik di acara seminar umum ini adalah mengenai teh yang dapat diolah dari salah satu jenis mangrove, yaitu Jeruju (Acanthus). Sita menjelaskan bahwa teh Jeruju sudah diproduksi oleh beberapa warga pesisir kita, namun dalam skala rumah tangga.

"Memanfaatkan mangrove jangan ditebang, tapi dipetik dan dibudidaya. Sudah ada aturannya, agar mangrove tak dieksploitasi dan pemerintah sudah menjamin itu. Jadi, tugas kita sekarang adalah terus mengkampanyekan dan mempopulerkan mangrove agar lebih banyak lagi yang mengenalnya. Bukankah ada pepatah, tak kenal maka tak sayang," pungkasnya.