17.7.14

Kelompok Binaan KeSEMaT, Pembicara Pelatihan Pengolahan Mangrove di Dinas Pertanian Kota Semarang

Semarang – KeSEMaTBLOG. Pada tanggal 20 Mei 2014, KeSEMaT dan dua Kelompok Mangrove binaannya, bekerjasama dengan Dinas Pertanian Kota Semarang, telah sukses menyelenggarakan acara “Pelatihan Pengolahan Hasil Mangrove, Kegiatan Pembinaan Pengendalian dan Pengawasan GERHAN”. Acara yang dilakukan selama satu hari tersebut, dimulai pada pukul 09.00 WIB - 14.00 WIB yang diikuti oleh puluhan peserta yang berasal dari kalangan ibu rumah tangga yang tinggal di Kecamatan Tugu dan Kecamatan Semarang Utara.

Pada pelatihan tersebut, peserta dilatih untuk mengenal mangrove, mulai dari pengertian mangrove sampai dengan fungsi dan manfaat mangrove. Selanjutnya, peserta juga dilatih untuk memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia di daerah pesisir Kota Semarang, yaitu buah mangrove.

Sesi pertama, peserta diberi dua materi presentasi yang berisi tentang pemahaman mengenai pengertian ekosistem mangrove, cara membudidayakan mangrove dan cara memberdayagunakan mangrove yang disampaikan oleh Sdr. Kamto Wahyono (IKAMaT).

Sesi kedua, peserta diajak secara langsung untuk mengolah buah mangrove, yang dipandu oleh Ketua Kelompok Bina Citra Karya Wanita dan Ketua Kelompok Bina Karya Sejahtera yang merupakan Kelompok Pengolah Jajanan Mangrove berlabel Mas Jamang, warga binaan KeSEMaT.

Tahap pertama yang dilakukan adalah pengupasan buah mangrove yang dilanjutkan dengan penawaran buah mangrove. Penawaran buah mangrove dilakukan untuk menghilangkan kandungan tanin dan HCN yang terdapat di dalam buah mangrove.

Selanjutnya, peserta dilatih untuk mengolah buah mangrove tersebut menjadi Jajanan Mangrove (Jamang), diantaranya adalah Krupuk Mentah Mangrove dan Karamel Mangrove.

Proses pembuatan karamel mangrove tidaklah sulit. Prosesnya sama dengan pembuatan karamel pada umumnya, yang membedakan adalah bahan dasar karamel tersebut menggunakan buah mangrove. Pelatihan ditutup oleh Ibu Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang.

Semoga pelatihan ini dapat berlanjut sampai dengan timbulnya kelompok-kelompok pengolah buah mangrove dan pembudidaya mangrove lainnya, supaya mangrove di Indonesia tetap lestari. Amin. Salam MANGROVER!