13.9.15

KeSEMaT Hadiri Workshop Peningkatan Kualitas Lingkungan Perairan Teluk Semarang

Semarang - KeSEMaTBLOG. KeSEMaT yang diwakili oleh Sdr. Fahmi A. B. (Presiden) dan Sdri. Dyah Putri Utami (MENPORSI) mendapatkan kesempatan untuk menghadiri workshop mengenai Peningkatan Kualitas Lingkungan Perairan Teluk Semarang yang diadakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan.

Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Jumat, 4 September 2015 ini, dilaksanakan di Hotel Ciputra, Semarang, mulai pukul 08.30 WIB sampai selesai. Worksop diawali dengan sambutan oleh Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Pesisir dan Laut, Drs Heru Waluyo.

Dia menyampaikan bahwa pembangunan yang semakin berkembang yang selalu berhubungan dengan aktivitas manusia, memiliki dampak secara langsung terhadap lingkungan, termasuk di daerah hilir sungai yang seringkali menjadi tempat pembuangan limbah industri, maupun rumah tangga.

Selain menyampaikan sambutan, Drs Heru Waluyo juga menyampaikan materi terkait kebijakan dan strategi pengendalian pencemaran dan kerusakan pesisir dan laut. Menurut dia, Teluk Semarang merupakan salah satu teluk yang menjadi sorotan dari kementerian, karena kondisinya yang parah dengan tingkat pencemaran yang tinggi.

Materi kedua disampaikan oleh Bapak Arif Rahman Hakim dari DKP Provinsi Jawa Tengah terkait permasalahan dan tantangan pengelolaan sumber daya laut di kawasan Teluk Semarang. Pesisir Teluk Semarang yang terbentang dari Delta Bodri, Kabupaten Kendal hingga Delta Wulan, Kabupaten Demak banyak mengalami abrasi dan pencemaran yang perlu ditangani dengan serius.

Materi ketiga disampaikan oleh Bapak Gunawan Saptogiri, SH. MM dari Badan Lingkungan Hidup Kota Semarang. Dia menyampaikan materi mengenai kondisi dan kualitas lingkungan pesisir dan laut di Kota Semarang.

Menurut dia, wilayah pesisir Kota Semarang memiliki permasalahan yang rumit dan berkepanjangan. Meskipun begitu, dari BLH Kota Semarang sendiri, secara rutin telah melakukan program rehabilitasi wilayah pesisir, seperti melakukan penanaman mangrove.

Selanjutnya, materi disampaikan oleh perwakilan dari Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Tengah, mengenai strategi upaya pengendalian pencemaran limbah domestik.

Hasil dari workshop ini dapat disimpulkan bahwa Teluk Semarang bersama dengan Teluk Benoa dan Teluk Jakarta dapat dijadikan sebagai area kajian Rencana Strategi (Renstra) Terpadu Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 berupa kegiatan pemulihan 85 wilayah pesisir Indonesia dan pembangunan inventarisasi sumber daya dan wilayah.

Maka dari itu, mari jaga lingkungan pesisir kita demi kenyamanan bersama. Jangan biarkan anak cucu kita hanya mendapat ‘dongeng’ akan keindahan alam Indonesia. Semangat MANGROVER!