16.5.09

Ibu Diah dan KeSEMaTER Memasak Buah Lindur Bersama

Semarang – KeSEMaTBLOG. Di sebuah bangunan kecil, yang diperuntukkan untuk kegiatan mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) bernama Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM), KeSEMaTERS dan Ibu Diah yang adalah salah seorang staf pengajar dari Universitas Tujuh Belas Agustus (UNTAG) Semarang, telah bekerja bersama untuk memasak penganan lezat, berbahan dasar tepung Buah Lindur (Bruguiera gymnorrhiza). Peristiwa ini, terjadi pada tanggal 15 Mei 2009 lalu, pada saat KeSEMaT menyelenggarakan program penelitian dan pelatihan mangrove tahunannya, yaitu Mangrove Training (MT) 2009: Pelatihan Penelitian Ekosistem Mangrove dan Pengolahan Makanan Berbahan Dasar Buah Mangrove.

Tak tanggung-tanggung, puluhan KeSEMaTERS yang penasaran ingin melihat hasil akhir dari Cake Lindur (CAKELIN), saling bahu membahu dalam membantu Bu Diah, mencetak satu demi satu bakal CAKELIN. Dengan cetakan es krim, adonan yang telah disiapkan oleh Bu Diah, satu per satu dituangkan ke dalam cetakan yang dipanggang di dalam kompor dengan api sedang. Beberapa menit kemudian, CAKELIN berbentuk bulat yang bak jamur kancing berdiameter 1 cm itu, jadi sudah. Para KeSEMaTERS yang sedari tadi sudah penasaran ingin mencicipi rasa CAKELIN, berebutan mengambil dan menikmati CAKELIN.

Rasa CAKELIN sangat lezat. Rasanya mirip seperti kue bolu namun dengan cita rasa yang khas. Rasa gurih dan manis sangat mendominasi, dipadu dengan tekstur CAKELIN yang lembut membuat KeSEMaTERS ketagihan. Maka, dalam hitungan detik, CAKELIN yang berjumlah puluhan itu, akhirnya ludes tanpa sisa. CAKELIN yang setelah dinikmati meninggalkan sensasi “sepet” di lidah, akhirnya dicetak lagi dan lagi hingga semua adonan masuk ke dalam cetakan.

Sambil mencetak adonan, para KeSEMaTERS dan Ibu Diah berbincang dan berdiskusi mengenai pengembangan Tepung Lindur (TL) dan CAKELIN ini, ke depan. Melihat fakta bahwa TL bisa dimasak menjadi berbagai bahan makanan dan minuman, maka prospek pengolahan Buah Lindur (BL) ke depan, dirasa sangat cerah. Kandungan amilosa (tepung) yang tinggi di dalam (BL), diharapkan bisa menggantikan nasi sebagai bahan pangan alternatif di beberapa daerah di Indonesia, begitu menurut Ibu Diah yang bersama dengan rekan-rekannya di UNTAG, telah meneliti kandungan gizi dalam buah Bruguiera gymnorrhiza, ini.

Acara masak-memasak BL ini, berlangsung selama kurang lebih tiga jam. Di akhir acara, Ibu Diah berpesan kepada para KeSEMaTERS agar tak lupa menyisipkan Bruguiera gymnorrhiza dalam setiap kali melakukan rehabilitasi mangrove di daerah pesisir. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar setelah besar nanti, masyarakat sekitar lokasi rehabilitasi mangrove, bisa memanfaatkan BL ini, sebagai bahan makanan dan minuman yang lezat. Salam MANGROVER!