Sinopsis Cerita Anak TRANSTV Edisi Kepiting Ungu

Semarang – KeSEMaTBLOG. Walaupun sudah dua minggu berlalu, namun di salah satu Jaringan KeSEMaTONLINE, yaitu KeSEMaTFACEBOOK, tayangan dokumenter bertajuk Cerita Anak tentang Kepiting Ungu produksi kerjasama antara TRANSTV dan KeSEMaT, masih saja ramai dibicarakan oleh penikmat KeSEMaTFACEBOOK. Salah satu rekan kami dari Malang, bahkan meminta sinopsis dari film dokumenter berdurasi kurang lebih enam menit tersebut, demi keperluan studinya. Seperti yang pernah kami informasikan di artikel yang berbeda di KeSEMaTONLINE, bahwa tema inti dari Film Dokumenter Kepiting Ungu (FDKU) ini adalah kampanye pelestarian mangrove berikut binatang-binatang yang berhabitat di dalamnya.

Sebenarnya, tayangan lengkap Cerita Anak yang sangat inspiratif tersebut berdurasi sampai dengan setengah jam (plus iklan). Namun, TRANSTV membaginya menjadi beberapa menit untuk masing-masing segmen. Selain tema kepiting, tema lain yang diangkat adalah mengenai reptil dan robot. Khusus untuk segmen Kepiting Ungu, durasinya yang enam menit, ternyata mampu dipadatkan oleh sang Editor dengan sangat apik sehingga pesan kampanye pelestarian mangrove dan Kepiting Ungu-nya bisa diselipkan secara maksimal.

Selanjutnya, untuk sinopsis FDKU ini adalah sebagai berikut. FDKU menceritakan tentang kegiatan enam orang anak SD yaitu Aji, Anji, Risma, Ayu, Agil dan Ibrahim sepulang sekolah, di Pusat Pendidikan Mangrove KeSEMaT atau Mangrove Education Center of KeSEMaT (MECoK) yang terletak di Desa Teluk Awur, Jepara. MECoK sendiri adalah berupa hutan mangrove percontohan (Arboretum Mangrove) yang berisi berbagai macam spesies mangrove yang mulai dibibitkan dan ditanam oleh KeSEMaT mulai tahun 2001 sampai dengan sekarang.

Sambil bermain-main dan melihat-lihat keindahan mangrove yang ada di MECoK, para siswa/siswi SD tersebut mencari Kepiting Ungu, jenis kepiting yang memang umum ditemukan di MECoK. Setelah mendapatkan Kepiting Ungu, mereka melanjutkan permainan mereka dengan adu balap kepiting di sekitar arboretum. Namun sayang, pada saat adu balap dimulai, tiga ekor Kepiting Ungu yang dilombakan tak mau “berlari” karena stres.

Di saat anak-anak beradu lomba kepiting, para KeSEMaTERS yang sedang melakukan program monitoring mangrove rutin di MECoK, bertemu dengan mereka dan meminta agar anak-anak melepaskan kepiting yang sedang stres, tersebut. Sambil memberikan informasi mengenai Kepiting Ungu, antara lain mengenai pola penyebaran, pengenalan jenis kelamin, dan manfaatnya bagi ekosistem mangrove, salah seorang KeSEMaTERS yaitu Windy Indra Ardiansyah kemudian mengajak siswa/siswi untuk mencari binatang mangrove lainnya, yaitu Kelomang.

Sampai di lokasi habitat Kelomang yang terletak di bagian lain di MECoK, anak-anak diberikan kesempatan oleh para KeSEMaTERS untuk bermain-main dengan kepiting bercangkang keong tersebut. Setelah puas bermain-main dengan Kelomang, para KeSEMaTERS menginformasikan kepada anak-anak agar tak hanya menjaga hutan mangrove saja, melainkan juga binatang-binatangnya yang hidup di dalamnya, agar flora dan fauna yang sangat berguna dalam menjaga kestabilan ekosistem pesisir ini, tak punah ditelan waktu.

Para personel yang terlibat dalam pembuatan FDKU terdiri dari Sutradara: Evri Rizqi; Kamerawan: M. Taufik Kurniawan; Reporter: Evri Rizqi; Penulis Naskah: Evri Rizqi; dan Konsultan Naskah: Aris Priyono. FDKU adalah film dokumenter hasil produksi TRANSTV Jakarta dan KeSEMaT Semarang.