12.10.09

Sepak Terjang KeSEMaTER dan KeMANGTEER di Kompetisi Bergengsi BYEE Indonesia

Jakarta - KeSEMaTONLINE. Sungguh membanggakan, dari enam kali penyelenggaraan kompetisi bergengsi tingkat nasional Bayer Young Environmental Envoy (BYEE), yang diikuti oleh para mahasiswa kreatif dan inovatif dari seluruh universitas terkemuka di seluruh Indonesia, para KeSEMaTER dan KeMANGTEER mampu berkiprah di tiga kali pelaksanaannya.

KeSEMaTER dan KeMANGTEER telah berhasil menyabet penghargaan sebagai BYEE, masing-masing di tahun 2004, 2008 dan 2009. Adalah tiga orang KeSEMaTER, yaitu Sdri. Nurul Afidati (tiga dari kiri – duduk), Sdr. Muhamad Ikhsan S. H. (tiga dari kanan – duduk) dan Sdr. Sapto Pamungkas (dua dari kanan – berdiri) dan seorang KeMANGTEER, yaitu Sdri. Nor Rofika Hidayah (enam dari kiri – berdiri), yang masing-masing mendapatkan predikatnya tersebut, atas prestasi mereka dalam implementasi program-program penyelamatan lingkungan-hidupnya, masing-masing.

Program-program lingkungan hidup yang mengantarkan mereka menjadi BYEE, pada dasarnya adalah program-program penyelamatan lingkungan hidup yang menginisiasi banyak orang agar mau melakukan tindakan serupa demi kepentingan manusia dan alam, seperti kampanye penyelamatan penyu (Sdri. Nurul Afidati), kampanye penyelamatan mangrove (Sdr. Muhamad Ikhsan S. H.), kampanye pelestarian mangrove (Sdr. Sapto Pamungkas) dan kampanye pemanfaatan mangrove (Sdri. Nor Rofika Hidayah). Khusus untuk ketiga yang tersebut terakhir, tema mangrove yang diterima dengan baik oleh Panitia BYEE selaku penyelenggara kompetisi ini, kiranya bisa dijadikan catatan tersendiri. Di tahun 2009, dari dua belas finalis yang mengimplementasikan programnya, ada tiga orang BYEE yang mengambil tema mangrove sebagai program inti mereka. Jelas, ini adalah pertanda baik, bagi upaya penyelamatan ekosistem ini di masa mendatang.

Selanjutnya, sepak terjang dan kiprah para KeSEMaTEER dan KeMANGTEER dalam BYEE, kiranya sudah tidak perlu diperdebatkan apalagi diragukan, lagi. Perjuangan mereka dalam melewati berbagai tahapan BYEE hingga sampai ke tahap penyematan predikat sebagai BYEE, adalah usaha berat karena setiap dari mereka harus bersaing dengan ratusan peserta lainnya dari seluruh Indonesia. Dan, usaha keras itu terbayar sudah dengan keberhasilan masing-masing dari mereka sebagai BYEE.

Secara garis besar, BYEE dimulai dengan tahapan pembuatan dan pengiriman proposal lingkungan yang dilakukan oleh para calon BYEE. Kemudian, setelah proposal mereka diterima dan diseleksi secara ketat oleh Panitia BYEE, tahap selanjutnya adalah pengumuman para pemenang BYEE yang kemudian oleh Panitia BYEE dipersilahkan untuk mengimplementasikan program lingkungannya. Setelah itu, beberapa waktu kemudian, Panitia BYEE akan mengundang semua pemenang (yang umumnya hanya berjumlah tak lebih dari 15 orang) untuk mengikuti presentasi dan penyerahan tropi sebagai BYEE dalam sebuah program Eco Camp and Awarding Night.

Melalui salah satu Jaringan KeSEMaTONLINE, yaitu KeSEMaTFACEBOOK, berita mengenai kemenangan KeSEMaTER yang mampu dua kali berturut-turut (2008 dan 2009) sebagai BYEE, dalam kompetisi yang diinisiasi oleh PT. BAYER Indonesia ini, ternyata banyak diapresiasi oleh masyarakat khususnya para mahasiswa. Puluhan email, ucapan selamat, pesan dan pertanyaan yang disampaikan melalui status, bermuara pada satu pertanyaan besar, tentang bagaimanakah tips and trick KeSEMaT sehingga bisa meloloskan tiga KeSEMaTER dan satu KeMANGTEER sebagai BYEE. Tak berusaha menjawab terlalu detail, kami menjelaskan bahwa kerja keras, konsistensi, integritas diri dan doa adalah kata kunci. Mengingat setiap personel dari KeSEMaTER dan KeMANGTEER memiliki keempat hal tersebut, maka tidak heran apabila mereka bisa ternobatkan sebagai BYEE pada tahunnya masing-masing.

Kini, setelah kompetisi BYEE 2009 usai. Para KeSEMaTER dan KeMANGTEER telah resmi menyandang “gelar” sebagai Alumni BYEE, yang secara tersirat masih memiliki tugas dan peranan untuk terus menerus mengkampanyekan pelestarian alam dan lingkungan kepada masyarakat luas. Demikian, semoga kisah KeSEMaTER dan KeMANGTEER ini bisa menginspirasi Anda untuk bisa mengikuti jejak mereka dalam melakukan hal yang sama demi pelestarian alam dan lingkungan kita, di masa mendatang. Salam MANGROVER!