1.6.11

Reportase Monitoring dan Evaluasi KeSEMaT dan Kelompok Kerja Mangrove Daerah Jawa Tengah di Cilacap

Cilacap – KeSEMaTBLOG. Pada tanggal 24 Mei 2011, kembali KeSEMaT yang diwakili oleh Bapak Arief Marsudi harjo (Direktur Eksekutif) dan Bapak Rudhi Pribadi (Pembimbing) telah melakukan program Monitoring dan Evaluasi (MONEV) pembentukan Kelompok Kerja Mangrove (KKM) di Cilacap. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan MONEV dan Rapat Koordinasi (RAKOR) Sinergitas Pengelolaan Mangrove yang telah dilakukan oleh Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Jawa Tengah (JATENG) pada tahun 2010. Program ini adalah inisiasi dari KKMD JATENG sebagai wujud kepedulian terhadap pengelolaan kawasan ekosistem mangrove di pesisir Pantai Utara (PANTURA) dan Pantai Selatan (PANSEL) JATENG.

Dalam kesempatan ini Tim KKMD yang terdiri dari KeSEMaT, Bina Produksi (BINPRO) Provinsi JATENG, Dinas Kelautan dan Perikanan (DINLUTKAN) dan Dinas Kehutanan (DINHUT) berdiskusi sejenak dengan dinas di Cilacap yang diwakili oleh DINHUT dan DKP2SKA terkait kondisi dan pengelolaan mangrove di sana. Informasi yang didapatkan dari diskusi, antara lain (1) belum terbentuknya KKM di Cilacap (saat ini telah terbentuk Pokja RHL yang beranggotakan 34 institusi dan LSM), (2) program-program rehabilitasi yang telah dan akan dilakukan, (3) penetapan kawasan hutan mangrove Nusakambangan oleh Kemenkumham dan (4) rencana pengembangan ekowisata mangrove Cilacap.

Selain itu, untuk upaya rehabilitasi mangrove, Pemda Cilacap telah mencanangkan program penanaman satu juta bibit mangrove dari tahun 2010 – 2012, bekerjasama dengan CSR perusahaan-perusahaan dan LSM yang ada di sana. Sedangkan untuk pengembangan ekowisata mangrove, Cilacap telah membuat demplot di daerah Tritih. Di akhir kunjungan MONEV, tim KKMD singgah di Kawasan Wisata Hutan Payau (KWHP) yang berada di Tritih. Kondisi KWHP dapat dikatakan merupakan kawasan wisata mangrove yang cukup baik, namun disayangkan fasilitas yang disediakan oleh pengelola jauh dari kesan menarik dan terkesan tidak terawat.

Untuk itu, kedepan, direncanakan akan diupayakan keberlanjutan program ini, dengan mengadakan RAKOR Sinergitas Pengelolaan Mangrove Tingkat JATENG kembali, dengan melibatkan unsur pemerintah, swasta dan masyarakat sehingga upaya penanganan masalah mangrove dan pesisir di Jawa Tengah dapat segera ditemukan solusinya, dengan data yang komprehesif dan dapat disikapi secara arif dan bijaksana demi kepentingan bersama.