5.6.11

Mangrove : Aku Tak Perlu Ditanam, Aku Butuh Dipelihara!

Jepara – KeSEMaTBLOG. Memang benar judul di atas ini. Sejatinya, apabila tidak ditebangi oknum manusia, mangrove memang tidak memerlukan bantuan kita untuk membantunya tumbuh, karena dia telah memiliki sistem regenerasi-alami yang baik. Selanjutnya, program-program penanaman mangrove yang akhir-akhir ini begitu mewabah, sebenarnya adalah hanya sebuah kompensasi, sebagai akibat dari keserakahan kita dalam memperlakukan mangrove secara tidak mangrovesiawi. Kompensasi ini, adalah sebuah bentuk niatan baik kita, untuk membantu mereka agar bisa berdaur hidup kembali, dengan baik. Namun demikian, sangat disayangkan, program-program penanaman mangrove yang terjadi, terkesan hanya seremonial belaka, tanpa ada program pemeliharaan yang jelas. Padahal, mangrove tidak perlu ditanam, tetapi lebih butuh dipelihara!

Untuk itulah, setiap kali kami membaca, melihat dan mencermati berita penanaman mangrove yang diberitakan di media massa, kami hanya bisa prihatin dan mengelus dada. Tak berniat sedikitpun untuk tidak mendukungnya, namun sudah banyak program-program seperti ini yang hasilnya hanya membuat sakit hati mangrove semakin menjadi. Walaupun tidak semua, namun fakta penanaman mangrove yang disajikan oleh oknum tertentu demi mengeruk keuntungan-komersil-semata, telah membuat kami begitu “membenci” program penanaman mangrove abal-abal ini, yang tentu saja sangat tidak jelas program pemeliharaannya. Kalau tidak dipelihara dan selalu dianggurkan, maka mangrove yang telah berjuta-juta ditanam, akan mati sia-sia. Selain membuang uang, konsep kearifan lokal bottom up, kiranya juga tidak bisa berjalan dengan baik. Selesai ditanam, masyarakat hanya membiarkannya saja, tanpa mau dan memiliki kesadaran untuk melakukan kegiatan penyulaman.

Sebuah solusi yang bisa ditawarkan adalah, marilah bersama untuk tidak lagi bertindak gegabah dengan hanya menyelenggarakan program penanaman mangrove-saja. Marilah bersama membuat dan menyelenggarakan konsep Penanaman dan Pemeliharaan Mangrove secara beriringan. Penyebutan Penanaman dan Pemeliharaan Mangrove tentu saja akan lebih baik, untuk memecut diri kita sekaligus mengisyaratkan sebuah tanggung jawab bersama untuk mau melakukan pemeliharaan bibit mangrove, setelah kegiatan penanaman mangrove selesai dilaksanakan. Untuk itulah, bagi kami, sudah tidak jamannya lagi jargon “Program Penanaman Sejuta Mangrove” terus dipertahankan. Mulai saat ini, jargon tersebut, seharusnya mulai dirubah menjadi “Program Pemeliharaan Sejuta Mangrove”. Semangat MANGROVER!