14.6.11

Kampanyekan Penyelamatan Mangrove, KeSEMaT Lahirkan Cermang!

Semarang – KeSEMaTBLOG. Tak mau terkungkung dengan kampanye mangrove yang itu-itu saja, tepat pada tanggal 5 Juni 2011, KeSEMaT kembali menggebrak dunia maya dengan kampanye mangrovenya yang bergaya breakthrough, dengan cara menuangkan program penyelamatan mangrove dalam sebuah bentuk karya tulis, yaitu cerpen! Ya, KeSEMaT telah meluncurkan blog-kampanye-mangrove-barunya yang “berjudul” CERMANG. Cermang sendiri, merupakan singkatan dari Cepen Mangrove, yang sekaligus bertujuan untuk menambah dan memperkaya khasanah turunan-cerpen di tanah air, setelah sebelumnya terdapat cerbung dan cergam.

Cermang yang beralamat di http://cerpenmangrove.blogspot.com ini, menghadirkan kumpulan cermang yang ditulis oleh penulis cermang dari seluruh Indonesia, yang sampai dengan artikel ini ditulis (9 hari setelah diluncurkan), telah terdapat tiga orang penulis cermang yang bergabung.

Cermang yang dihadirkan juga sangat bervariasi, mulai dari cerita fabel mangrove, konflik masyarakat pesisir, kaum urban dan mangrove, fiksi mangrove dan lain sebagainya. Tak hanya cermang saja, forum cermang juga dihadirkan, untuk mewadahi para pembaca agar mampu berkontribusi dan berperan serta dalam mengemukakan ide, pikiran dan pendapatnya, demi perkembangan dan kemajuan cermang di masa mendatang.

Selanjutnya, pernahkan Anda mendengar cerita Kancil dan Buaya, Cinderella dan Sepatu Kaca, Timun Mas, dan cerita-cerita populer lainnya (?). Tentu saja, ya. Namun, sudah familierkah Anda dengan kisah Rina dan Kelomang Raksasa, Kisah Cinta Epi dan Ceri, Asal Usul Akar Lengan Gurita dan Kisah Kupu-kupu Coklat dan Kupu-kupu Bersayap Indah (?) Tentu belum pernah mengetahui.


Keempat judul cerpen yang kami sebutkan terakhir, adalah cermang yang tertuang di blog CERMANG. Walaupun belum dimengerti sama sekali oleh masyarakat kita, namun setidaknya dengan upaya ini, maka usaha penginformasian dan pempopuleran kisah-kisah indah yang terjadi di dunia mangrove, sudah mulai diinisiasi dan dilakukan.

Tanpa disadari, sebagai orang Indonesia, keseharian kita sebenarnya sangat berkaitan erat dengan mangrove. Pernahkan Anda berpikir, bahwa negara kita Indonesia ini, adalah negara mangrove (?). Sebagai negara kepulauan, lebih dari 50% pantai di Indonesia ditumbuhi oleh mangrove.


Namun sayang sekali, data yang dikumpulkan oleh Noor, dkk pada tahun 1980, mendapati kenyataan pahit, bahwa dari 2,49 juta ha luas mangrove Indonesia, 40%-nya telah rusak menuju kehancuran! Sungguh sebuah kenyataan yang sangat mengenaskan!

Untuk itulah, untuk mencoba membangunkan tidur panjang kita dan generasi kita akan ketidaktahuan dan kebutaan terhadap mangrove, kiranya usaha penulisan cermang dan karya sastra mangrove lainnya, kedepan harus mulai diinisiasi, dikembangkan dan terus ditingkatkan. Usaha-usaha ini, tentu saja agar generasi Indonesia mendatang akan melek mangrove, tidak seperti generasi kita, yang sekarang. Semoga, ya. Amin. Semangat MANGROVER!