4.9.14

KeSEMaT Bersiap ke UNESCO World Conference di Jepang

Semarang - KeSEMaTBLOG. Pada tanggal 29 – 30 Agustus 2014, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Indonesia, telah melakukan kunjungan ke Kantor KeSEMaT dalam rangka pembahasan mengenai konsep dan produk pengembangan mangrove KeSEMaT yang akan dipamerkan di salah satu forum dunia di Nagoya, Jepang, pada bulan November 2014, mendatang.

Latar belakang kegiatan ini adalah, bahwa Kemendikbud yang mewakili Indonesia akan turut serta dalam konferensi pendidikan dan kebudayaan tingkat dunia, yaitu UNESCO World Conference on Education for Sustainable Development, pada tanggal 10 – 12 November 2014 di Nagoya, Jepang. Tema pameran yang dirumuskan untuk mewakili Indonesia adalah Cultivating Indigenous Wisdom for Sustainable Future.

Untuk mempersiapkan kegiatan internasional ini, maka Pusat Pengembangan dan Pelatihan Pendidik dan Tenaga Kependidikan IPA (P4TK-IPA) Bandung dan Tim SEAMEO QITEP in Science diberikan tugas untuk mempersiapkan bahan pameran yang bertema Water, Ocean and Biodiversity dimana mangrove dijadikan sebagai obyek utama, dalam merepresentasikan sub tema tersebut.

Selanjutnya, Tim dari Kemendikbud, yaitu P4TK-IPA dan Tim SEAMEO QITEP telah menunjuk KeSEMaT untuk menginformasikan konsep kegiatan mangrove yang telah dilakukan selama ini, termasuk juga berbagai produk dan bahan olahan makanan dan kesehatan berbasis mangrove.

Materi dari KeSEMaT ini, akan diusulkan dan menjadi bahan ekspose selama pameran untuk menginformasikan kepada dunia internasional akan perkembangan konsep pembangunan ekosistem mangrove yang ada di Indonesia, dimana KeSEMaT sebagai perwakilannya.

Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan presentasi KeSEMaT mengenai profil dan pencapaian serta konsep pembangunan pemberdayaan masyarakat dan mangrove yang mulai dari tahun 2001 sampai dengan sekarang, secara kontinyu dilakukan oleh KeSEMaT. Kegiatan ini dilaksanakan di Kampus Ilmu Kelautan UNDIP, Tembalang – Semarang.

Di hari kedua, rombongan bertemu dengan warga binaan KeSEMaT, yaitu pengrajin bahan olahan dari buah mangrove berlabel Mas Jamang dan pengrajin batik pewarna dari mangrove berlabel Batik Bakau.

Selain Mas Jamang dan Batik Bakau, Tim dari Kemendikbud juga tertarik dengan brand KeSEMaT lainnya, yaitu Simbol Mangrover, Cerita Mangrove dan Mangrover Cilik, yang akan digaungkan juga ke UNESCO, di Jepang nanti.

Keseluruhan acara berjalan dengan baik dan lancar, dan saat ini Kemendikbud dan juga KeSEMaT sedang mempersiapkan dan mematangkan produk dan konsep mangrovenya untuk keperluan keberangkatan ke Jepang. Semangat MANGROVER!