29.9.16

Bersama KKMKS, KeSEMaT Kunjungan Kerja ke Bali

Bali - KeSEMaTBLOG. Pada tanggal 27 - 29 September 2016, Kelompok Kerja Mangrove Kota Semarang (KKMKS) melaksanakan program kunjungan kerja ke Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Kunjungan kerja ini bertujuan untuk melakukan konsultasi dan konsolidasi penanganan wilayah pesisir.

Pada kesempatan ini, Anggota KKMKS yang turut hadir, antara lain Dinas Pertanian, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pariwisata, BLH, Dinas Kelautan dan Perikanan, BAPPEDA, Unnes, Undip, dan KeSEMaT. Hasil dari kunjungan ini, akan menjadi rekomendasi yang baik, bagi pengelolaan kawasan mangrove dan pesisir di Semarang.

Mengingat potensi kawasan mangrove di Semarang yang dapat dikembangkan menjadi ekowisata, maka ke depan, hasil dari kunjungan kerja ini diharapkan juga dapat diaplikasikan untuk pengelolaan kawasan ekowisata mangrove di Semarang agar dapat berjalan lebih optimal.

Pada kesempatan kali ini, KeSEMaT diwakili oleh Sdr. Ganis Riyan Efendi (AMaT) selaku Pengurus KKMKS.

"Di Bali, kami banyak berdiskusi mengenai pengelolaan kawasan mangrove dan pesisir. Kami juga melihat konsepnya. Berbagai peraturan dan kebijakan seputar ini juga kami cermati, karena penting sekali agar pengelolaannya di masa depan tidak lantas merusak bentang alam dan ekosistem alaminya. Jadi, memang harus hati-hati," ujarnya.

Sebagai informasi, KKMKS merupakan sebuah forum silaturahmi dan kerjasama antara para penggiat mangrove yang ada di kota Semarang dan sekitarnya, yang anggotanya terdiri dari berbagai lapisan masyarakat.

Anggota KKMKS membentuk sebuah jaringan mangrove di kota Semarang yang berfungsi mengkoordinasikan program dan proyek mangrove yang sudah, sedang dan akan dijalankan. 

KKMKS didirikan pada tahun 2010, dengan SK Walikota Semarang Nomor 0504/446 tertanggal 22 Desember 2010, tentang pembentukan Kelompok Kerja Mangrove Kota Semarang.

KKMKS didirikan atas prakarsa dari Yayasan BINTARI, KeSEMaT dan Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Semarang dengan bantuan pendanaan dari FoE Jepang.

KKMKS didirikan dalam rangka untuk mengendalikan kerusakan ekosistem mangrove, sehingga perlu dilakukan langkah strategis yang dapat menjamin terselenggaranya perlindungan, pelestarian, dan pemanfaatan ekosistem mangrove sebagai sumberdaya di wilayah pesisir, sistem penyangga kehidupan dan kekayaan alam yang bernilai tinggi. (Sumber: KKMKS - APA).