6.9.16

KeSEMaT Gelar MC 2016: Seminar dan Pelatihan Mangrove Nasional di Teluk Awur, Jepara

Jepara - KeSEMaTBLOG. Pada tanggal 26 - 28 Agustus 2016, KeSEMaT sukses menyelenggarakan kegiatan nasional tahunannya, yaitu Mangrove Cultivation (MC) 2016: Seminar dan Pelatihan Mangrove Nasional, yang dipusatkan di Kampus Universitas Diponegoro (UNDIP), Teluk Awur - Jepara.

MC 2016 diikuti oleh peserta dan pembicara dari berbagai universitas di Semarang, diantaranya Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Soegijapranata (UNIKA), Universitas Pandanaran (UNPAND), Universitas Diponegoro (UNDIP), SMA 1 Kembang, Jepara dan masih banyak lagi.

Bertema Mangrove For Traveller (MFT), MC 2016 menghadirkan tiga pembicara Seminar Nasional bertema Mangrove Sebagai Objek Travelling, yaitu (1) Ibu Tanti Apriani (DISBUDPAR Jateng); (2) Sdr. Ridho Mukti (Traveller Kaskus); dan (3) Sdr. Rohmat Kuslarsono (CV. KeMANGI).

Sementara itu, sebagai pembicara pelatihan dan Focus Group Discussion (FGD) bertema Dokumentasi Travelling di Kawasan Mangrove Indonesia, dipimpin oleh perwakilan dari telusuRI, Sdr. Syukron Makmun beserta tim.

Pelatihan lainnya, yaitu Pembibitan, Penanaman dan Penyulaman Mangrove dipimpin oleh perwakilan dari Alumni KeSEMaT (AMaT), yaitu Sdr. Fahmi A. B. dan Sdri. Dyah P. U.

Kegiatan hari pertama diawali dengan perjalanan dari GSG UNDIP, Semarang menuju ke Kampus UNDIP, Jepara.

"MC 2016 kali ini, pesertanya melebihi kuota yang kami tetapkan. Senang sekali, dapat bertemu dengan peserta yang berasal dari seluruh Indonesia. Mereka berkumpul di Semarang, untuk belajar dan berdiskusi bersama-sama dengan kami, untuk mendalami pengetahuan mangrove," ujar Sdr. Bayu E. P. saat memberikan sambutan di sesi Ramah Tamah, selaku Ketua Pelaksana MC 2016.

Sesampai di Jepara, peserta diarahkan kekamar, masing-masing. Setelah pembagian kamar dan istirahat di asrama mahasiswa UNDIP, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah, pemutaran video MC, games dan briefing untuk mangroving besok pagi.

"Saya berharap, ilmu mangrove yang mereka dapatkan di Jepara ini, nantinya bisa diterapkan di daerahnya masing-masing, untuk menyelamatkan mangrove di Indonesia, demi masa depan yang lebih baik," pungkas Sdr Bayu. (PN).