23.2.09

Jenis Hama Teritip di Karanganyar dan Tata Cara Penanggulangannya

Semarang - KeSEMaTBLOG. Kali ini, kami akan membahas mengenai teritip, yaitu sejenis Krustasea yang menempel di batang-batang bibit mangrove, terutama jenis Rhizophora. Setelah memposting artikel berjudul “Sejenis Teritip dan Ganggang Laut Menyerang Ekosistem Mangrove di Karanganyar, Semarang,” di Jaringan KeSEMaTONLINE, beberapa pertanyaan mengenai jenis teritip yang memangsa batang-batang mangrove sehingga menyebabkan bibit mangrove mati (lihat foto di samping), berikut tata cara penanggulangannya, ramai disampaikan oleh masyarakat kepada KeSEMaT. Mengenai jenis teritipnya, kami sendiri belum mengetahui secara pasti. Yang jelas, serangan teritip ini begitu dahsyat, hingga mematikan 90% bibit-bibit mangrove yang ditanam di dalam pematang tambak.

Bapak Romy, seorang Cirripedologist (3/02), telah mengirimkan komentarnya atas artikel di atas, di salah satu Jaringan KeSEMaTONLINE, yaitu KeSEMaTWORDPRESS. Beliau mengatakan, “Saya tertarik dengan jenis teritip apa yang jadi fouling buat mangrove tersebut. Apakah saya bisa mendapatkan foto macro dari teritip tersebut? Biasanya yang sangat umum dari jenis Microeuraphia withersi, Chthamalus malayensis, dan Amphibalanus reticulatus (Cirripedia: Balanomorpha).”

Seperti yang telah kami sampaikan di atas, sayang sekali, kami belum yakin betul apakah jenis teritipnya. Bahkan, untuk foto jarak dekatnya, kamipun belum sempat mengabadikannya berkenaan dengan sempitnya waktu dan kendala cuaca (baca: hujan), pada saat kami melakukan survei lokasi proyek mangrove, di sana.

Namun demikian, kami memiliki tips penanggulangan hama teritip ini. Mengenai tata cara penanggulangannya, selain diambil satu persatu per batang (silahkan baca kembali “Sejenis Teritip dan Ganggang Laut Menyerang Ekosistem Mangrove di Karanganyar, Semarang), masih ada cara lainnya yaitu dengan penggunaan zat kimia. Sebuah produk moluskisida ber-merk BENTAN 45 WP (lihat foto di atas – inset), telah dipasarkan ke masyarakat untuk menanggulangi teritip-teritip “nakal”, ini. BENTAN berbentuk tepung berwarna putih, untuk mengendalikan Cerithidae sp di tambak-tambak air payau.

Sebagai informasi, Bapak Suyadi di Rembang, bersama dengan kelompok taninya, terbiasa menggunakan produk ini untuk mengatasi populasi teritip, di tambak-tambak mereka. Caranya mudah sekali, cukup ditaburkan di tambak, maka dalam beberapa menit, teritip yang di Rembang disebut dengan Runti/Trisipan, akan segera mati. Tapi, yang harus diperhatikan dengan seksama adalah sewaktu menggunakan BENTAN, ikan yang berada di dalam tambak harus “dikuras” terlebih dahulu dan dipindahkan ke tempat lainnya, untuk mencegah kematiannya.

Demikian, sedikit tips dari KeSEMaT untuk menanggulangi hama teritip yang sering menyerang tambak-tambak di pesisir. Semoga bisa berguna. Satu pesan dari kami, mohon untuk bisa membaca petunjuk pemakaian yang tercantum dalam BENTAN dengan cermat, agar pemakaiannya tak berlebihan. Penggunaan yang melebihi batas, tentu saja akan sangat berbahaya bagi lingkungan kita. Salam MANGROVER!