14.2.09

Mangrove Restoration 2009 : Sukses, Semarak dan Meriah!

Semarang - KeSEMaTBLOG. Di pagi hari yang cerah (12/02), setelah beberapa hari sebelumnya hujan deras dan badai mengguyur Semarang, kami para KeSEMaTERS dan KeMANGTEER bertolak ke Teluk Awur, Jepara dari Gedung Serba Guna Universitas Diponegoro (UNDIP), Tembalang. Tujuan kami hanya satu, untuk menyelamatkan bayi-bayi mangrove kami dari kematian. Sudah dua minggu lebih, bayi-bayi kami agak terlantar di darat, karena ada sedikit kesalahan sewaktu pendistribusian ke UNDIP. Dengan cepat, KeSEMaT segera mengambil alih pendistribusian dan sesegera mungkin mengonsep sebuah acara demi memberikan hak hidup kembali, para bayi-bayi mangrove yang sudah “sekarat,” nafasnya.

Program penyelamatan bayi-bayi mangrove, tersebut, dengan cerdik telah didesain oleh KeSEMaT sedemikian rupa sehingga terselenggaralah program Mangrove Restoration (MANGRES) 2009: Penyuluhan, Penanaman dan Penyulaman Mangrove, yang diikuti oleh lebih dari tiga puluh peserta, terdiri dari para mahasiswa UNDIP dan Universitas Negeri Semarang.

Setelah upacara pelepasan peserta oleh Pembantu Rektor III UNDIP, dengan mengendarai motor, kami yang bertigapuluh ini, segera memacu motor-motor kami secara beriringan, pelan-pelan, sembari touring melihat alaminya pemandangan alam pedesaan yang terhampar di kanan-kiri jalan raya yang kami lewati.

Panitia MANGRES 2009, memberikan amanah kepada kami untuk membawa lima puluhan batang ajir yang diikat di masing-masing motor. Ajir yang adalah potongan bambu berdiamater kurang lebih 2 cm dan panjang 0,5 m, kami letakkan di kedua paha kami. Tak peduli betapa sakitnya paha kami akibat tekanan ajir yang ternyata sangat berat, kami hanya berharap pengorbanan kami ini bisa membantu nafas bayi-bayi mangrove kami, agar makin panjang dan tidak sekarat lagi, serta terhindar dari gerusan gelombang pantai Teluk Awur yang kadang begitu dahsyat menerjang batangnya yang masih kecil dan lemah.

Sampai di Jepara, setelah makan siang, sholat, penyuluhan tentang teknis penenaman mangrove yang benar dan istirahat sebentar untuk memulihkan tenaga kami yang terkuras sewaktu di jalan, kami segera berganti pakaian dan menceburkan diri kami di genangan lumpur-lumpur hitam. Selama mendistribusikan bibit-bibit mangrove hingga menanamnya ke lokasi penanaman yang tepat, kami agak heran karena cuaca sangat bersahabat. Menurut keterangan BMKG, seharusnya Jepara dan sekitarnya hujan di hari itu. Namun, ternyata perkiraan BMKG tidak terbukti karena pagi sampai siang itu, cuaca begitu terang benderang.

Tak hujannya Jepara, membuat MANGRES 2009 berjalan lancar, sukses, semarak dan meriah. Selama pendistribusian bibit dan penanaman Rhizophora dan Bruguiera, tak ada halangan yang berarti kecuali kecapekannya-kami karena harus menanam lebih dari 2500 bibit hasil sumbangan dari PT MEDCO. Namun, rasa capek kami terobati dengan gelak tawa dan saling canda dari para peserta MANGRES 2009. Keakaraban para peserta memang sudah terjalin sangat baik, semenjak Technical Meeting diadakan oleh KeSEMaT, sehari sebelum pemberangkatan.

Selesai mendistribusikan dan menanam bibit-bibit mangrove di samping Asrama Mahasiswa jurusan Ilmu Kelautan UNDIP Jepara, kami segera membawa masing-masing sepuluh buah bayi mangrove untuk diletakkan dan ditanam di Arboretum Mangrove KeSEMaT. Menurut KeSEMaT, peletakkannya ke arboretum guna menjaga kelulushidupannya agar berjalan maksimal. Apabila hanya diletakkan di samping asrama, lokasinya yang penuh sampah dan selalu tergenang bisa menyebabkan kematian karena para bayi mangrove memang tidak bisa hidup di tempat yang selalu tergenang tanpa pasang surut konstan dan stabil.

Sambil membopong ajir di tangan kiri dan puluhan bibit mangrove di tangan kanan, kami berjalan kaki, menuju ke Arboretum Mangrove KeSEMaT yang berjarak kurang lebih setengah kilometer. Sesampai di arboretum, bibit dan ajir kami distribusikan di bedeng persemaian mangrove milik KeSEMaT yang memang berlokasi di tempat terlindung. Kami melihat bibit-bibit mangrove lainnya yaitu jenis Ceriops dan Rhizophora sudah seratus persen tumbuh. Menurut KeSEMaT, bibit-bibit mangrove tersebut akan dibibitkan dan ditanam pada saat program pembibitan dan penanaman mangrove bertajuk Mangrove Cultivation 2009 dan Mangrove REpLaNT 2009 yang berturut-turut akan diselenggarakan pada bulan Maret dan Juli 2009 di Desa Teluk Awur, Jepara.

Setelah mendistribusikan dan menyulam beberapa buah bibit di bedeng mangrove KeSEMaT, para peserta MANGRES 2009 berfoto dan membersihkan diri secara bersama-sama di laut lepas. Pemandangan laut Teluk Awur Jepara di sore hari yang begitu indah, membuat KeSEMaTERS dan KeMANGTEER tak henti-hentinya mengabadikan momen kebersamaan yang indah itu, dengan berkali-kali melakukan foto bersama.

Sehabis Maghrib, MANGRES 2009 ditutup secara resmi oleh panitia dengan ucapan terima kasih KeSEMaT kepada semua peserta MANGRES 2009. Setelah foto bersama, para peserta MANGRES 2009 bertolak kembali ke Semarang. Masih dengan formasi beriringan, peserta MANGRES 2009, memacu motornya menyusuri jalan-jalan Jepara - Semarang yang mulai gelap. Tak peduli gelap, para peserta MANGRES 2009 pada akhirnya sampai di Semarang dengan selamat pada pukul 22.00 WIB, dengan membawa sebuah perasaan bangga dan haru, karena telah berhasil menyelamatkan ribuan bayi mangrove dari kematian yang sia-sia. Salam MANGROVER!