11.3.13

Oky Yuripa Pradana : Masih Banyak Lahan Mangrove Kritis di Pantura, Jateng

Semarang – KeSEMaTBLOG. Pada tanggal 9 Maret 2013, setelah kami, tim dari KeSEMaT melakukan survei dan monitoring Program BUMN Peduli : Pelestarian Alam dan Lingkungan, selama tiga hari di sepanjang pantura Jateng, mulai dari Kabupaten Brebes hingga Rembang, ternyata didapatkan fakta bahwa masih banyak lahan kritis yang belum tersentuh oleh program rehabilitasi mangrove, baik yang dilakukan oleh kelompok masyarakat, pemerintah maupun swasta.

“Masih dibutuhkan banyak perhatian pemerintah dan stakeholder terkait, untuk bersama-sama dengan masyarakat, mengembalikan ekosistem mangrove yang telah rusak, terutama di daerah-daerah yang jauh dari perkotaan. Akses yang sulit menjadi salah satu kendala dalam menjangkau daerah-daerah ini, seperti yang kami dapati di pesisir kabupaten Pemalang, Kendal dan Pati. Hal inilah, yang membuat kami untuk selalu berusaha mengarahkan kegiatan-kegiatan rehabilitasi di daerah-daerah lain, yang belum banyak tersentuh,” jelas Sdr. Oky Yuripa Pradana selaku surveyor KeSEMaT.

Inisiatif dan kepedulian masyarakat pesisir untuk melestarikan mangrove yang mulai tumbuh baik, harus diikuti dengan apresiasi oleh berbagai pihak untuk ikut berperan serta secara langsung, membantu program-program rehabilitasi mangrove yang ada.

Selama ini, program-program pelestarian mangrove sudah banyak berjalan di daerah perkotaan, seperti kota Semarang. Bahkan, salam satu lokasi saja, bisa terdapat lebih dari satu kelompok binaan dari berbagai pihak, baik itu pemerintah maupun swasta, yang terkadang sempat menimbulkan konflik horisontal antar kelompok.

Kedepan, diharapkan program-program serupa mampu menjangkau daerah lain, sehingga dapat menyebar dan memberi semangat kepada masyarakat pesisir lainnya untuk pemerataan-pembangunan-mangrove di Indonesia. Semangat MANGROVER!