10.4.14

Kisah Inspiratif, Dibalik Peresmian KeMANGTEER Serang

Serang – KeSEMaTBLOG. Pada tanggal 6 April 2014, telah sukses diselenggarakan peresmian KeMANGTEER Serang yang bertempat di kampung Pasir Putih, kelurahan Pulau Panjang, kabupaten Serang, Banten. Sebelum menuju lokasi, para peserta terlebih dahulu berkumpul di kampus Universitas Sultan Agung Tirtayasa (UNTIRTA) pada pukul 07.00 WIB untuk registrasi.

Setelah registrasi, peserta langsung diarahkan menuju bus yang telah disiapkan oleh panitia dan langsung berangkat menuju ke tempat penyeberangan ke Pulau Panjang.

Bangga sekali, karena acara peresmian ini dihadiri dan didukung oleh banyak pihak, seperti KeSEMaT, Yayasan IKAMaT, KeMANGTEER Indonesia, KeMANGTEER Jakarta, KeMANGTEER Tangerang, mahasiswa-mahasiswa dari berbagai universitas yang ada di Serang, Komunitas Backpacker dari Palembang dan juga pejabat serta tokoh masyarakat setempat.

Acara peresmian diawali dengan pembukaan dan dilanjutkan dengan sambutan yang disampaikan oleh Sdri. Wida Maslihatin Amanah selaku Ketua KeMANGTEER Serang yang dilanjutkan dengan sambutan yang disampaikan oleh Sekretaris Desa Pulau Panjang serta sambutan dari perwakilan KeSEMaT, yaitu Sdri. Durotun Nafisah selaku Menteri Pengembangan Organisasi KeSEMaT sekaligus meresmikan KeMANGTEER Serang dengan simbolisasi pemberian SK KeMANGTEER Serang. 

Acara dilanjutkan dengan diskusi mengenai kondisi mangrove di Pulau Panjang dan harapan warga Pulau Panjang terhadap kondisi mangrove di daerahnya yang dipimpin oleh Sdr. Besar Hariyadi (KeMANGTEER Serang).

Jalannya diskusi berlangsung seru dan kondusif, karena ternyata banyak sekali keinginan dari warga sekitar untuk melestarikan mangrove di wilayahnya, namun terbentur dengan biaya dan sedikitnya pengetahuan tentang mangrove yang mereka miliki.

Meskipun di daerah mereka dekat dengan wilayah industri, namun ternyata belum ada perusahaan yang mendukung program pelestarian mangrove dan lingkungan pesisir Pulau Panjang.

Warga sekitar berharap dengan adanya KeMANGTEER Serang, maka dapat membantu untuk melestarikan mangrove di wilayah Pulau Panjang. Setelah diskusi, peserta dipersilahkan untuk istirahat, sholat dan makan siang.

Acara dilanjutkan dengan penanaman baby’s mangrove di Pulau Panjang sebanyak 100 bibit. Pada saat penanaman, peserta terlihat sangat antusias untuk menanam mangrove karena mungkin ini pertama kalinya mereka menanam mangrove.

Setelah selesai penanaman, acara peresmian KeMANGTEER Serang ditutup oleh panitia dengan foto bersama. Selamat untuk KeMANGTEER Serang. Semangat MANGROVER!