20.5.14

Kelola Mangrove, KeSEMaT dan KKMD Jateng Monev ke Brebes dan Tegal

Brebes - KeSEMaTBLOG. Pada tanggal 19 Mei 2014, Kelompok Kerja Mangrove Daerah Jawa Tengah (KKMD Jateng) yang terdiri dari Sdr. Ferri Septia Purwadi (DP KeSEMaT), Dr. Rudhi Pribadi (Pembimbing KeSEMaT), Bpk. Imam Sulistijono dan Bpk. Syafrudin (Setda Biro Bina Produksi Prov. Jateng), Sdri. Pipiet Larasatie S. (Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Tengah), dan Bpk. Jamaludin Malik (DKP Prov. Jateng) melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) pengelolaan mangrove di Kabupaten Brebes dan Kabupaten Tegal.

Kegiatan yang dimulai pada pukul 06.00 WIB – 18.00 WIB ini, merupakan kegiatan lanjutan dari rangkaian kegiatan serupa yang telah diadakan pada bulan Maret kemarin, yaitu di daerah Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

Lokasi monev pengelolaan mangrove pertama yang dituju kali ini adalah Kabupaten Brebes. Pada lokasi pertama ini, rombongan Tim KKMD Jateng diterima oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan.

Pada lokasi ini dilakukan tanya jawab dan diskusi mengenai kegiatan serta kendala-kendala yang dihadapi dalam melakukan upaya konservasi lingkungan pesisir. Selain itu, juga dibahas mengenai rencana zonasi dan tata ruang wilayah pesisir pantai Brebes yang akan dilaksanakan oleh pemerintah daerah setempat.

Secara umum, kondisi mangrove di Kab. Brebes memiliki vegetasi mangrove yang sangat baik, meskipun abrasi mulai terlihat di beberapa lokasi, namun hal tersebut masih dapat disiasati dengan telah dibangunnya Alat Pemecah Ombak (APO) dan penanaman vegetasi mangrove.

Selesai melakukan monev di Kabupaten Brebes, rombongan Tim KKMD Jateng melanjutkan monev ke lokasi selanjutnya, yaitu ke Kabupaten Tegal. Pada lokasi tersebut rombongan disambut oleh Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH).

Selanjutnya, juga dilakukan tanya jawab dan diskusi mengenai kegiatan serta kendala-kendala yang dihadapi dalam melakukan upaya konservasi lingkungan pesisir. Selain itu, juga dilaporkan mengenai tingkat kerusakan yang terjadi di daerah tersebut.

Tegal umumnya mempunyai tingkat kerusakan pesisir yang cukup parah, maka dari itu perlu dilakukan penanggulangan secepatnya.

Salah satu rencana untuk menanggulangi masalah tersebut adalah akan dibangunnya groin di sepanjang pantai Tegal serta menggiatkan kegiatan penanaman dan pemeliharaan mangrove bersama CSR perusahaan setempat.

Semoga saja masalah dan kendala-kendala tentang pengelolaan wilayah mangrove di Indonesia, khususnya di Jateng, akan segera bisa terpecahkan sehingga pengelolaan ekosistem mangrove akan bisa semakin maju dan lebih baik lagi, di masa mendatang. Amin. Salam MANGROVER!