25.4.18

KeSEMaT dan IKAMaT Rakor Pengembangan MECoK Bersama Direktur MSTP UNDIP

Semarang - KeSEMaTBLOG. Pada tanggal 20 Februari 2018, mulai pagi hingga siang hari, bertempat di Kampus FPIK UNDIP, Semarang, KeSEMaT, IKAMaT dan AMaT mengadakan pertemuan dengan Direktur Marine Science Techno Park (MSTP) UNDIP dengan tujuan untuk melakukan rapat koordinasi pengembangan Mangrove Education Center of KeSEMaT (MECoK) di Teluk Awur, Jepara.

Kegiatan ini juga bertujuan untuk menjalin sinergi dan koordinasi antara KeSEMaT dan afiliasinya dengan MSTP UNDIP dalam mengembangkan MECoK, yang sudah dilakukan oleh KeSEMaT sejak tahun 2003 hingga sekarang, dan telah memiliki status sebagai Hutan Kota Kabupaten Jepara, sejak tahun 2010.

Sebagai informasi, pada tanggal 27 Januari 2011, Kampus Marine Station Teluk Awur (MSTA) UNDIP yang berada di wilayah Kabupaten Jepara, telah mendapatkan Surat Keputusan Nomor 271 Tahun 2011 tentang Penetapan Kawasan Hutan Kota dari Bupati Jepara, yang memutuskan bahwa Kampus Ilmu Kelautan UNDIP yang berdomisili di Desa Teluk Awur Kabupaten Jepara ini ditetapkan sebagai Hutan Kota Kabupaten Jepara dengan nama HUTAN MARINE STATION TELUK AWUR (HMSTA).

Penetapan tersebut dilakukan di Jepara pada tanggal 30 Desember 2010 oleh Bupati Jepara. MSTA yang didalamnya mencakup MECoK merupakan salah satu dari 21 tempat yang ditetapkan sebagai Hutan Kota Jepara yang memiliki luas 25 ha.

Luas tersebut merupakan angka terbesar mengingat angka yang lain jauh lebih kecil. Keseluruhan Hutan Kota Jepara yang telah ditetapkan adalah seluas 81,9 Ha.

"Kami bertemu dengan Bapak Ridwan, selaku Direktur MSTP UNDIP dan memberikan keterangan yang diperlukan, tentang status MECoK untuk dikoordinasikan dengan grand design MSTP saat ini, yang lahannya merupakan kepemilikan UNDIP," jelas Sdr. Bifa A. Manuhuwa (Presiden). "Senang sekali, dari pihak MSTP juga mengajak partsipasi KeSEMaT dan afiliasi mangrovenya untuk memberikan masukan mengenai grand design dalam pengembangan MECoK, untuk dikembangkan sebagai ekowisata mangrove," tambahnya.

AMaT dan IKAMaT yang menjadi koordinator pertemuan ini manambahkan bahwa akan segera dilakukan pendataan dan pembuatan database keanekaragaman hayati flora dan fauna mangrove di MECoK untuk diserahkan kepada pihak MSTP guna koordinasi penyusunan grand design MECoK. 

Pembangunan MECoK menjadi sebuah kawasan ekowisata pendidikan dan pelatihan mangrove, diharapkan akan dapat menjaring banyak orang untuk berkunjung ke Jepara, sekaligus dapat menjadi aset ekowisata mangrove andalan UNDIP, Jepara dan Jawa Tengah berbasis konservasi yang baik, sehingga dapat meningkatkan dan menggerakkan roda perekonomian warga pesisir di Jepara. 

"Setelah kurang lebih hampir 20 tahun kami menanami lahan mangrove gundul hingga lebat seperti sekarang, akhirnya MECoK akan diwujudkan sebagai ekowisata pendidikan dan pelatihan mangrove. Tentunya senang sekali, karena perjuangan kami tidak sia-sia," terang Bapak Aris Priyono (DK) selaku pendiri KeSEMaT dan saksi sejarah MECoK.

"Semoga, pembangunan MECoK menjadi ekowisata pendidikan mangrove dapat berjalan dengan baik dan lancar. Mohon doanya, agar MSTP, KeSEMaT dan afiliasinya dapat mewujudkannya," pungkasnya. (ADM/BEB/BAM).