21.8.26

Cara Menanam Mangrove yang Benar: Panduan Lengkap dari Pemilihan Lokasi hingga Pemantauan

Semarang – KeSEMaTBLOG. Cara menanam mangrove yang benar tidak dimulai dengan membawa bibit ke pantai, tetapi dengan memastikan bahwa lokasi tersebut memang membutuhkan penanaman. Prinsip ini penting karena rehabilitasi mangrove bukan sekadar kegiatan menancapkan propagul atau bibit ke dalam lumpur. Tujuan akhirnya adalah mengembalikan proses ekologis sehingga ekosistem mangrove mampu tumbuh, berkembang, beregenerasi, dan menjalankan fungsinya dalam jangka panjang.

KeSEMaT Sukses Tanam dan Pantau 81 Bibit Mangrove melalui Pendekatan EMR dan CBEMR

Semarang – KeSEMaTBLOG. KeSEMaT tanam dan pantau 81 bibit mangrove di kawasan Semarang Mangrove Center (SMC) Jateng, Mangunharjo, Kota Semarang, dalam rangka Mangrove Merdeka 2026, Senin, 17 Agustus 2026. Kegiatan yang menjadi bagian dari Mangrove Merdeka (MMK) 2026 tersebut diikuti lebih dari 70 peserta dan menegaskan bahwa rehabilitasi mangrove tidak berhenti pada kegiatan penanaman, tetapi harus dilanjutkan dengan pemantauan, evaluasi, serta pembelajaran berdasarkan prinsip Ecological Mangrove Restoration (EMR) dan Community-Based Ecological Mangrove Restoration (CBEMR).

DUMATRA DUMATRI KeSEMaT 2026 Jalani Pemotretan di Kota Lama dan UNDIP

Semarang – KeSEMaTBLOG. Duta Mangrove KeSEMaT Putra dan Putri (DUMATRA DUMATRI KeSEMaT 2026) menjalani sesi pemotretan resmi sebagai bagian dari rangkaian program satu tahun mereka dalam membawa pesan konservasi mangrove kepada generasi muda dan masyarakat Indonesia. Sdr. Lukman Adi Prabowo selaku DUMATRA KeSEMaT 2026 dan Sdri. Wa Ode Almira Sachi selaku DUMATRI KeSEMaT 2026 mengikuti pemotretan selama satu hari penuh di kawasan Kota Lama Semarang dan Kampus Universitas Diponegoro (UNDIP), Tembalang, Jumat, 14 Agustus 2026.

19.8.26

KeSEMaT FIMA Award: Satu Dekade Prestasi dan Regenerasi

Semarang – KeSEMaTBLOG. KeSEMaT FIMA Award merekam lebih dari sekadar rangkaian penghargaan di lingkungan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Universitas Diponegoro (UNDIP). Sepanjang periode 2015–2025, FIMA Award dan FIMAFEST menjadi salah satu cermin perjalanan Kelompok Studi Ekosistem Mangrove Teluk Awur (KeSEMaT) dalam menjaga keilmiahan, produktivitas, pengaruh, dan regenerasi organisasi dari satu kepengurusan ke kepengurusan berikutnya. Di tengah karakter organisasi mahasiswa yang anggotanya terus berganti, rangkaian apresiasi tersebut memperlihatkan bahwa sesuatu yang diwariskan KeSEMaT bukan hanya program kerja, melainkan juga budaya organisasi, standar berkarya, dan tanggung jawab untuk menjaga reputasi melalui karya nyata.