2.9.26

Survival Rate Mangrove 0%: Apa yang Harus Dilakukan Perusahaan CSR?

Semarang - KeSEMaTBLOG. Program CSR penanaman mangrove sering dimulai dengan tujuan yang sangat positif: membantu memulihkan kawasan pesisir, memberikan manfaat bagi masyarakat, memperkuat komitmen lingkungan perusahaan, hingga mendukung agenda ESG dan perubahan iklim. Namun situasinya menjadi jauh lebih kompleks ketika hasil monitoring menunjukkan survival rate atau tingkat kelulushidupan mangrove sangat rendah, bahkan mencapai 0%. Bagi perusahaan, kondisi ini wajar menimbulkan pertanyaan besar.

Kegagalan Penanaman Mangrove: Mengapa Survival Rate Bisa 0%?

Semarang - KeSEMaTBLOG. Kegagalan penanaman mangrove hingga menghasilkan survival rate 0% bukan persoalan sederhana. Menanam ribuan bibit mangrove, melakukan asesmen lokasi, menentukan jenis yang dinilai sesuai, melibatkan masyarakat dalam pelaksanaan, menjalankan pemantauan, bahkan melakukan penyulaman, tetapi beberapa bulan kemudian mendapati seluruh tanaman mati tentu bukan situasi yang mudah diterima.

28.8.26

Hilirisasi Mangrove: Pengertian, Produk, Manfaat, dan Inovasi KeSEMaT

Semarang - KeSEMaTBLOG. Mangrove tidak hanya berperan sebagai pelindung alami wilayah pesisir. Ekosistem ini juga memiliki potensi untuk mendukung pemberdayaan masyarakat, ekonomi kreatif, pendidikan, inovasi, hingga pengembangan jasa lingkungan apabila dimanfaatkan secara bertanggung jawab.

25.8.26

Tutupan Kanopi Mangrove: Pengertian, Metode, Rumus, dan Cara Mengukurnya

Semarang – KeSEMaTBLOG. Tutupan kanopi mangrove merupakan persentase bagian permukaan atau bidang pandang yang tertutup oleh tajuk vegetasi mangrove dan menjadi salah satu parameter penting untuk menggambarkan struktur serta kondisi tegakan. Tutupan kanopi dapat diukur menggunakan pengamatan lapangan, fotografi hemisferis, densiometer, hingga pendekatan penginderaan jauh yang dikalibrasi dengan data lapangan.