10.6.26

KeMANGI: Situs Carbon Offset Terpercaya di Indonesia untuk Adopsi Mangrove Pribadi

Jakarta - KeMANGI. Meningkatnya aktivitas harian mulai dari penggunaan kendaraan bermotor, konsumsi listrik, hingga belanja online tanpa disadari terus menumpuk emisi karbon di atmosfer bumi. Bagi Anda yang ingin menebus dosa emisi tersebut, melakukan carbon offset (tebus karbon) lewat penanaman pohon adalah solusi yang paling efektif.

6.6.26

Mau Donasi untuk Lingkungan? Ini Website Galang Dana Khusus Mangrove yang Bisa Kamu Dukung

Jakarta - KeSEMaTBLOG. Banyak orang ingin membantu lingkungan, tetapi sering bingung harus mulai dari mana.

Ada yang bertanya, “Kalau mau donasi untuk lingkungan, hubungi siapa?”
Ada juga yang mencari, “Apakah ada website galang dana khusus lingkungan?”
Sebagian lainnya ingin ikut menanam mangrove, tetapi belum tahu lembaga mana yang bisa dipercaya.

Mangrover Unite: Platform Donasi Mangrove Indonesia untuk Selamatkan Pesisir dan Kehidupan Masyarakat

Jakarta - KeSEMaTBLOG. Indonesia adalah rumah bagi salah satu ekosistem mangrove terpenting di dunia. Di sepanjang pesisir negeri ini, mangrove bekerja diam-diam sebagai pelindung alami dari abrasi, gelombang besar, intrusi air laut, hingga dampak perubahan iklim. Namun, tekanan terhadap kawasan pesisir terus meningkat. Alih fungsi lahan, pencemaran, pembangunan yang tidak terkendali, dan rendahnya kesadaran publik membuat banyak kawasan mangrove membutuhkan perhatian serius.

24.5.26

Hutan Mangrove: Pengertian, Fungsi, Ciri-ciri, dan Manfaatnya

Semarang - KeSEMaTBLOG. Indonesia diakui dunia sebagai negara kepulauan dengan garis pantai terpanjang ke-dua di bumi. Di balik pesona pesisirnya yang indah, terdapat sebuah benteng alami hijau yang senantiasa bekerja melindungi daratan kita dari amukan ombak laut, yaitu hutan mangrove. Sayangnya, banyak dari kita yang hanya menikmatinya sebagai tempat wisata tanpa benar-benar memahami peran vitalnya. Agar tidak sekadar tahu namanya saja, mari kita bedah secara lengkap mengenai hutan mangrove: pengertian, fungsi, ciri-ciri, dan manfaatnya bagi kelangsungan hidup bumi kita.

Mengenal Blue Carbon: Rahasia Mangrove Menyerap Emisi Karbon Dunia

Semarang - KeSEMaTBLOG. Blue carbon merujuk pada karbon dioksida yang diserap dan disimpan oleh ekosistem laut, terutama mangrove, yang berfungsi sebagai benteng pertahanan pesisir dalam mitigasi iklim. Berdasarkan perspektif komunitas, pelestarian ekosistem lokal di Jawa Tengah menjadi aksi nyata dalam meredam laju pemanasan global melalui penyimpanan karbon di lahan basah pesisir.

Sering Tertukar, Ini Perbedaan Nyata Mangrove dan Bakau

Semarang - KeSEMaTBLOG. Banyak orang mengira mangrove dan bakau adalah dua hal yang persis sama. Saat melihat deretan pohon berakar jangkar di tepi pantai, kita sering spontan menyebutnya sebagai hutan bakau. Padahal, secara ilmiah, keduanya memiliki arti yang berbeda. Menyebut semua mangrove sebagai bakau mirip seperti menyebut semua kendaraan roda empat sebagai "mobil Avanza". Lantas, apa sebenarnya perbedaan nyata antara keduanya? Mari kita bedah agar Anda tidak keliru lagi saat berwisata atau belajar tentang ekosistem pesisir ini.

23.5.26

Raja Mangrove Dunia: Mengintip Kekayaan Hutan Mangrove Terluas di Indonesia

Semarang - KeSEMaTBLOG. Indonesia memegang predikat sebagai raja mangrove dunia dengan menguasai sekitar 20% hingga 25% dari total luas ekosistem mangrove global. Berdasarkan data Peta Mangrove Nasional, estimasi total luas hutan mangrove di tanah air mencapai sekitar 3,36 juta hektar. Namun, status ini berada dalam ancaman serius akibat laju deforestasi pesisir, alih fungsi lahan menjadi tambak ilegal, dan proyek reklamasi yang memicu penyusutan tutupan hijau dari tahun ke tahun.

Harta Karun Hijau: Potensi Ekonomi Triliunan Rupiah dari Karbon Mangrove Indonesia

Semarang - KeSEMaTBLOG. Potensi nilai ekonomi karbon (NEK) dari hutan mangrove Indonesia diperkirakan mencapai triliunan rupiah berkat kepemilikan sepertiga cadangan karbon biru (blue carbon) dunia. Melalui penguatan regulasi Perpres Nomor 98 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon, tata kelola perdagangan karbon pesisir kini memiliki payung hukum yang jelas dan berkekuatan hukum tetap. Langkah percepatan ini wajib dilakukan segera karena pasar karbon sukarela (voluntary carbon market) global terus memburu kredit karbon berkualitas tinggi yang diproduksi dari ekosistem pesisir Indonesia.

Tren CSR Baru: Mengapa Banyak Perusahaan Kini Berlomba Menanam Mangrove?

Semarang - KeSEMaTBLOG. Restorasi mangrove kini menjadi tren utama dalam skema Corporate Social Responsibility (CSR) karena menawarkan aset karbon biru (blue carbon) yang tinggi untuk pemenuhan target Net Zero Emission (NZE). Perusahaan sektor tambang, energi, dan manufaktur bergeser ke ekosistem pesisir karena daya serap karbonnya jauh lebih efektif daripada hutan daratan. Kolaborasi hijau ini tidak hanya memperbaiki lingkungan, tetapi juga mendongkrak skor Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan di mata investor global.

Benteng Hijau: Peran Vital Akar Mangrove dalam Meredam Amukan Tsunami

Semarang - KeSEMaTBLOG. Akar mangrove terbukti mampu meredam energi gelombang tsunami hingga 90% sebelum mencapai daratan utama. Struktur jalinan akar yang sangat rapat dan kokoh bertindak sebagai perisai hidrodinamis alami. Hal ini menurunkan kecepatan aliran air secara drastis, sehingga meminimalkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur di desa pesisir.

Karbon Biru: Alasan Mangrove Lebih Hebat Serap Polusi dibanding Hutan Biasa

Semarang - KeSEMaTBLOG. Hutan mangrove mampu menyerap dan menyimpan karbon (karbon biru) hingga 3 sampai 5 kali lebih banyak per hektar dibandingkan hutan tropis daratan. Sebagian besar karbon ini dikunci di bawah permukaan tanah berlumpur yang jenuh air, mengisolasinya selama ribuan tahun agar tidak lepas menjadi emisi gas rumah kaca. Kemampuan luar biasa ini menjadikan mangrove sebagai pilar utama dalam mitigasi krisis iklim global.

Penjaga Pantai: Bagaimana Hutan Mangrove Menyelamatkan Desa Pesisir dari Abrasi

Semarang - KeSEMaTBLOG. Hutan mangrove adalah benteng hijau alami yang melindungi desa pesisir dari abrasi. Akar tunjangnya yang rapat berfungsi meredam energi ombak besar dan memerangkap sedimen tanah. Tanpa mangrove, garis pantai akan terus terkikis, mengancam pemukiman warga, dan merusak ekosistem laut.

17.4.26

Pengumuman CAMaT XXV Lolos Seleksi Tahapan Ujian DIKROVE I KHKT 2026

Semarang - KeSEMaTBLOG. Dengan ini, diumumkan bahwa setelah melalui hasil penilaian untuk menentukan para Calon Anggota KeSEMaT (CAMaT) Angkatan XXV maka Panitia KeSEMaTHUNT KeSEMaTOUR (KHKT) 2026: Open Recruitment Anggota Baru KeSEMaT Angkatan XXV, telah menetapkan 13 orang CAMaT Angkatan XXV yang lolos Tahapan Ujian Diklat Mangrove (DIKROVE) I dan berhak mengikuti Tahapan KeSEMaTOUR (KT): Pelantikan Lapangan KeSEMaTER Angkatan XXV KHKT 2026, adalah sebagai berikut:

14.4.26

KeSEMaT Perkuat Restorasi Pesisir melalui Penanaman dan Pemantauan 10.000 Mangrove di Pantai Mangunharjo untuk Mendukung Target FOLU Net Sink 2030

Semarang - KeSEMaTBLOG. Komitmen Indonesia menuju Forest and Other Land Uses Net Sink 2030 (FOLU Net Sink 2030) kembali mendapatkan energi baru dari gerakan mahasiswa. Di tengah meningkatnya ancaman abrasi di pesisir utara Jawa, KeSEMaT sebagai salah satu lembaga penerima dana FOLU Net Sink 2030 sukses mengimplementasikan program “Rehabilitasi Pantai Mangunharjo, Semarang melalui Penanaman dan Pemantauan Mangrove sebagai Upaya Mitigasi Abrasi dan Jejak Emisi Karbon”. Program ini dirancang untuk menggabungkan aksi konservasi, edukasi ilmiah, dan partisipasi publik dalam satu rangkaian kegiatan yang menyeluruh. (29/11/2025).

13.4.26

Pengumuman CAMaT XXV Lolos Seleksi Tahapan Diklat Mangrove (DIKROVE) I KHKT 2026

Semarang – KeSEMaTBLOG. Dengan ini, diumumkan bahwa setelah melalui hasil penilaian untuk menentukan para Calon Anggota KeSEMaT (CAMaT) XXV, maka Panitia KeSEMaTHUNT KeSEMaTOUR (KHKT) 2026: Open Recruitment Anggota Baru KeSEMaT Angkatan XXV, telah menetapkan 15 orang CAMaT XXV yang lolos dan berhak mengikuti Tahapan Ujian Diklat Mangrove (DIKROVE) I KHKT 2026, adalah dengan nama dan jadwal sebagai berikut, di bawah ini:

7.4.26

Pengumuman CAMaT XXV Lolos Seleksi Tahapan Pembekalan KHKT 2026

Semarang - KeSEMaTBLOG. Dengan ini diumumkan bahwa setelah melalui penilaian pada Tahapan Pembekalan untuk menentukan Calon Anggota KeSEMaT (CAMaT) Angkatan XXV, Panitia KeSEMaTHUNT KeSEMaTOUR (KHKT) 2026: Open Recruitment Anggota Baru KeSEMaT Angkatan XXV telah menetapkan 15 orang CAMaT yang dinyatakan lolos dan berhak mengikuti Tahapan Diklat Mangrove (DIKROVE) I KHKT 2026, yaitu sebagai berikut:

29.3.26

Pengumuman CAMaT XXV Lolos Seleksi Tahapan Tes Tertulis dan Wawancara KHKT 2026

Semarang - KeSEMaTBLOG. Dengan ini, diumumkan bahwa setelah melalui penilaian Tahapan Tes Tertulis berupa Tes Pengetahuan Mangrove dan Tes Skolastik, beserta Tes Wawancara untuk menentukan para Calon Anggota KeSEMaT (CAMaT) Angkatan XXV, maka Panitia KeSEMaTHUNT KeSEMaTOUR (KHKT) 2026: Open Recruitment Anggota Baru KeSEMaT Angkatan XXV telah menetapkan 15 orang CAMaT yang lolos dan berhak mengikuti Tahapan Pembekalan KHKT 2026, adalah sebagai berikut:

14.3.26

Pengumuman CAMaT Angkatan XXV Lolos Seleksi Tahapan Administrasi KHKT 2026

Semarang – KeSEMaTBLOG. Dengan ini, diumumkan bahwa setelah melalui Tahapan Administrasi berupa pemeriksaan dan penyeleksian berkas-berkas lamaran untuk menentukan para Calon Anggota KeSEMaT (CAMaT) Angkatan XXV, maka Panitia KeSEMaTHUNT KeSEMaTOUR (KHKT) 2026: Open Recruitment Anggota Baru KeSEMaT telah menetapkan 16 orang CAMaT yang lolos Tahapan Administrasi dan berhak mengikuti tahapan KHKT 2026 berikutnya, yaitu Tahapan Tes Tertulis dan Wawancara.

28.2.26

Siaran Pers KeSEMaTHUNT KeSEMaTOUR 2026: Open Recruitment Anggota Baru KeSEMaT Angkatan XXV

Semarang – KeSEMaTONLINE. KeSEMaT secara resmi membuka Open Recruitment Anggota Baru KeSEMaT Angkatan XXV melalui program KeSEMaTHUNT KeSEMaTOUR (KHKT) 2026.

Kesempatan ini ditujukan bagi mahasiswa Departemen Ilmu Kelautan dan Departemen Oseanografi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Diponegoro (UNDIP) yang ingin terlibat dalam gerakan konservasi mangrove, penelitian ilmiah, edukasi lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat pesisir.