24.6.26

KeSEMaTHUNT KeSEMaTOUR 2026: Mangrover Melangkah, Menanam Nilai, Menumbuhkan Perubahan

Semarang – KeSEMaTONLINE. KeSEMaT kembali meneguhkan komitmennya dalam membangun generasi muda yang peduli terhadap ekosistem pesisir dan mangrove melalui penyelenggaraan KeSEMaTHUNT KeSEMaTOUR 2026 (KHKT 2026). Mengusung tema “Mangrover Melangkah: Menanam Nilai, Menumbuhkan Perubahan”, kegiatan ini menjadi bagian dari proses penerimaan dan kaderisasi anggota baru KeSEMaT Angkatan XXV.

KHKT 2026 dirancang sebagai ruang pembelajaran yang tidak hanya mengenalkan organisasi, tetapi juga membentuk karakter, integritas, kepemimpinan, serta kepedulian terhadap isu-isu lingkungan pesisir. Melalui rangkaian kegiatan yang edukatif, partisipatif, dan aplikatif, peserta diajak memahami nilai-nilai konservasi mangrove, kerja sama tim, pengabdian masyarakat, serta peran generasi muda dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir Indonesia.

Lebih dari sekadar proses penerimaan anggota baru, KHKT 2026 menjadi momentum penting untuk menanamkan pemahaman bahwa mangrove bukan hanya bagian dari lanskap pesisir, melainkan ekosistem strategis yang memiliki peran besar dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Peserta akan dikenalkan pada berbagai dinamika kawasan pesisir, mulai dari ancaman abrasi, degradasi lingkungan, hingga pentingnya mangrove sebagai benteng alami yang melindungi wilayah pesisir dan kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Rangkaian KHKT 2026 diawali dengan proses pendaftaran yang dibuka pada 1–12 Maret 2026 hingga pukul 17.00 WIB. Setelah melalui tahap administrasi, peserta mengikuti proses seleksi yang meliputi pengumuman hasil administrasi pada 14 Maret 2026, tes tertulis dan wawancara pada 23–24 Maret 2026, serta pengumuman hasil seleksi pada 29 Maret 2026.

Peserta yang dinyatakan lolos seleksi akan mengikuti tahapan pembinaan dan pengenalan organisasi secara bertahap. Proses tersebut dimulai melalui Pembekalan Calon Anggota KeSEMaT (CAMaT) pada 4–5 April 2026. Tahap ini menjadi pintu awal bagi peserta untuk mengenal sejarah, nilai, budaya organisasi, serta berbagai isu strategis yang berkaitan dengan ekosistem mangrove dan wilayah pesisir. Pembekalan ini juga menjadi fondasi penting dalam membangun semangat kebersamaan, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut melalui Diklat Mangrove I (DIKROVE I) yang dilaksanakan pada 11–12 April 2026. Pada tahap ini, peserta memperoleh materi dan pengalaman pembelajaran yang berfokus pada pengenalan mangrove, konservasi pesisir, serta peran anggota KeSEMaT dalam gerakan pelestarian lingkungan. Sebagai bentuk evaluasi terhadap proses pembelajaran tersebut, peserta mengikuti Ujian DIKROVE I pada 15–16 April 2026 untuk mengukur pemahaman, kesiapan, dan komitmen mereka sebagai calon anggota KeSEMaT.

Puncak dari seluruh rangkaian KHKT 2026 akan dilaksanakan melalui KeSEMaTOUR 2026 pada 25–26 April 2026, yang sekaligus menjadi momen Pelantikan Lapangan KeSEMaTER. Dalam kegiatan ini, peserta akan diajak terjun langsung ke lapangan untuk mengimplementasikan pengetahuan, nilai, dan pengalaman yang telah diperoleh selama mengikuti rangkaian kaderisasi.

Melalui eksplorasi lapangan, pembelajaran lingkungan, diskusi, serta aksi konservasi mangrove, peserta diharapkan mampu memahami keterkaitan antara teori dan praktik dalam upaya pelestarian ekosistem pesisir. KeSEMaTOUR 2026 juga menjadi ruang bagi peserta untuk meneguhkan komitmen sebagai bagian dari keluarga besar KeSEMaT, sekaligus memaknai peran mangrover sebagai identitas yang membawa tanggung jawab sosial dan ekologis.

Sdr. Samsul Ma’arif (Presiden) menegaskan bahwa proses kaderisasi yang dijalankan bukan sekadar upaya merekrut anggota baru, melainkan langkah strategis untuk menyiapkan generasi penerus yang mampu menjawab tantangan lingkungan di masa depan.

“Melalui KHKT 2026, kami ingin menanamkan nilai bahwa menjadi bagian dari KeSEMaT berarti siap untuk belajar, bergerak, dan memberi dampak. Mangrover bukan sekadar sebutan, tetapi identitas yang membawa tanggung jawab untuk menjaga dan memulihkan ekosistem pesisir,” ujarnya.

Sementara itu, Sdr. Firman Al Sabani (Staf Ahli MENPORSI) selaku Ketua Pelaksana KHKT 2026 menyampaikan bahwa tema yang diangkat tahun ini merepresentasikan perjalanan seorang anggota baru dalam bertumbuh bersama organisasi.

“Menanam nilai berarti membangun fondasi karakter, sementara menumbuhkan perubahan merupakan hasil dari proses belajar dan aksi yang dilakukan secara konsisten. Kami berharap setiap peserta tidak hanya mengikuti rangkaian kegiatan, tetapi juga mampu mengambil makna dan pengalaman yang akan menjadi bekal dalam perjalanan mereka sebagai mangrover,” jelasnya.

KHKT 2026 diharapkan menjadi titik awal perjalanan panjang anggota baru dalam memahami, mengawal, dan berkontribusi terhadap isu-isu pesisir dan mangrove. Dengan pendekatan yang kolaboratif dan berkelanjutan, KeSEMaT terus berupaya mencetak generasi muda yang adaptif, solutif, serta memiliki komitmen kuat terhadap pelestarian lingkungan.

Dengan semangat Mangrover Melangkah, KeSEMaT optimis bahwa setiap langkah kecil yang dimulai hari ini dapat tumbuh menjadi gerakan besar di masa depan. Melalui KHKT 2026, nilai-nilai konservasi ditanamkan, karakter kepemimpinan dibangun, dan perubahan bagi ekosistem mangrove Indonesia terus ditumbuhkan. (ADM).

No comments:

Post a Comment