20.3.07

Apakah Mangrove Itu?

Semarang - KeSEMaTBLOG. Mangrove merupakan sebutan bagi berbagai jenis tumbuhan (darat) yang hidup di rawa payau, terpengaruh pasang surut dan memiliki tegakan murni. Kalau di Indonesia, biasanya disebut dengan bakau. Namun sebutan bakau ini sebenarnya salah kaprah, karena arti bakau sendiri lebih merujuk pada salah satu jenis mangrove yaitu Rhizophora spp.

Perbedaan yang paling mencolok antara mangrove dengan tumbuhan (darat) lainnya terletak di ketiga ciri yang telah tersebut di atas. Berikut ini penjelasannya:

1. Mangrove hidup di air payau, yaitu perpaduan antara air laut dan air tawar. Karena hidup di daerah payau, maka mangrove sangat identik dengan salinitas (kadar garam). Beberapa spesies mangrove mengembangkan pola adaptasi dengan menebalkan daunnya sebagai alat untuk menyimpan garam. Adaptasi terhadap salinitas ini, tak ada di tumbuhan darat/lain.

2. Mangrove sangat terpengaruh dengan pasang surut air laut. Pada saat pasang, akarnya terendam air yang anoksik (beracun) sehingga mereka memiliki pola adaptasi dengan mencuatkan akar-akarnya ke atas tanah. Akibat pola adaptasi ini, akar mangrove sangat unik dan menarik. Rhizophora spp, Avicennia spp dan Sonneratia spp yang merupakan golongan mangrove sejati, memiliki tipe akar nafas yang semuanya mencuat ke permukaan tanah. Rhizophora memiliki akar seperti cakar ayam/lengan gurita, sementara itu Avicennia dan Sonneratia, akarnya menyerupai pensil. Pola adaptasi terhadap air payau yang anoksik ini, juga tidak ditemui di tumbuhan darat/lain.

3. Mangrove sejati selalu memiliki tegakan murni. Tegakan murni berhubungan dengan daya regenerasi mangrove. Mangrove selalu hidup bergerombol sehingga terbentuk zona-zona. Satu jenis mangrove hidup bergerombol hingga beberapa puluh meter, kemudian dilanjutkan dengan jenis lainnya. Untuk itulah, dalam hutan mangrove sering ditemukan berbagai macam zona seperti zona Rhizophora, zona Avicennia, zona Sonneratia, zona Bruguiera, zona Aegiceras, zona Nypa dan seterusnya.