15.3.07

Mangrove Kubangan, Nasibmu Kini!

Jepara - KeSEMaTBLOG. Sangat disayangkan, penanaman mangrove dengan Metode Kubangan yang mulai diujicobakan di Arboretum KeSEMaT Teluk Awur Jepara, tidak mendapatkan hasil yang memuaskan. Pada tanggal 26-28 Januari 2007, pada saat dilakukan pengecekan di acara Mangrove Cultivation 2007, ratusan bibit mangrove dari spesies Rhizophora mucronata, yang baru ditanam pada tanggal 25 Mei 2006 pada saat Mangrove REpLaNT 2006, semuanya terkubur pasir.

Menurut penelitian yang dilakukan KeSEMaT, ketidakberhasilan metode ini, diakibatkan karena faktor alam yaitu adanya Badai Mandalika yang menerpa Jepara beberapa waktu lalu. Badai ini mengangkat pasir di sepanjang pantai sehingga mengubur keseluruhan bibit yang telah ditanam di kubangan.

Seperti diketahui, metoda ini merupakan metode penanaman mangrove baru, yang mulai diperkenalkan untuk mengatasi sulitnya penanaman mangrove di daerah yang memiliki substrat pasir. Caranya dengan menggali pasir beberapa meter kemudian kubangan yang tercipta diberikan substrat lumpur dan ditanami bibit mangrove.

Dengan ketidakberhasilan metode ini, agaknya perlu dilakukan modifikasi dan atau uji coba metode baru, untuk mengatasi gejala alam seperti ini. Dengan demikian, diharapkan penanaman mangrove di substrat berpasir bisa menghasilkan hasil yang lebih maksimal.