8.8.11

Lagi, di Bulan Suci Ramadhan, KeSEMaT Berikan Penyuluhan Mangrove ke Warga Pesisir Jepara

Jepara – KeSEMaTBLOG. Pada tanggal 7 Agustus 2011, KeSEMaT yang diwakili Sdr. Oky Yuripa Pradana (DP), Sdr. Fuad Ashari (Presiden), Sdr. Rina S. S. (MENKEU) dan Sdr. M. Faisal Rachmansyah (staf MENPORSI) kembali mendapat kesempatan untuk bisa menyebarluaskan pengetahuan mangrovenya ke warga pesisir. Kali ini, bertempat di Gedung Nahdatul Ulama (NU), Desa Teluk Awur, Kabupaten Jepara, KeSEMaT mendapatkan undangan dari Tim KKN UNDIP Desa Teluk Awur, untuk bisa membagi ilmu mangrovenya dengan tema “Teknik Rehabilitasi Mangrove dan Manfaatnya Bagi Masyarakat” ke masyarakat pesisir sekitar Desa Teluk Awur, yang notabene merupakan kawasan yang berdekatan dengan homebase KeSEMaT.

Acara yang dimulai dari pukul 15.30 WIB ini, dibagi menjadi dua sesi, yaitu sesi rehabilitasi dan makanan mangrove. Sesi pertama dimulai setelah pembukaan dan sambutan-sambutan, yaitu dengan pemateri Sdr. Fuad Ashari, mengenai Teknik Rehabilitasi Mangrove. Forum diskusi yang dihadiri kurang lebih 20 orang ini mampu menarik perhatian audien, yang mayoritas masih awam dengan teknik rehabilitasi mangrove kendati Desa Teluk Awur mempunyai cukup banyak jenis mangrove. Setelah penyampaian materi dan tanya jawab sesi pertama berakhir, acara dilanjutkan dengan sesi makanan mangrove dengan pemateri Sdri. Rina S. S. (MENKEU), membawakan materi menarik dan sudah ditunggu oleh para peserta yang mayoritas adalah Bapak-bapak, yaitu ”Pengolahan Makanan dengan Bahan Dasar Mangrove”. Beberapa peserta penyuluhan dari mahasiswa UNDIP Semarang, yang sedang menempuh KKN, sempat tak percaya apabila buah mangrove yang kecil, bisa menghasilkan beraneka macam jenis makanan dan obat-obatan yang bermanfaat, seperti salah satu jenis mangrove, yaitu Jeruju (Acanthus ilicifolius) yang bisa dimanfaatkan untuk obat anti kanker.

Para audien tampak senang dengan kehadiran KeSEMaT di tengah-tengah mereka, bahkan beberapa warga juga sempat mencurahkan isi hatinya mengenai berbagai kesulitan dalam melakukan program penanaman mangrove, minimnya informasi mengenai manfaat ekonomi mangrove dan lain-lain. Untuk itulah, mereka berencana untuk mengajak KeSEMaT menjadi fasilitator dalam membudidayakan mangrove di daerah mereka. Suasana yang sangat akrab ini membuat KeSEMaTERS dan para hadirin yang datang, nampak begitu menikmati forum mangrove, ini. Pada pukul 17.30 WIB, forum diskusi mangrove ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan dari perwakilan tim KKN UNDIP Desa Teluk Awur ke Presiden KeSEMaT.

Kendati sedang menjalani ibadah puasa di bulan suci Ramadhan, tampak tak ada keluh sedikitpun dari para KeSEMaTERS ini untuk terus berjuang menyelamatkan mangrove Indonesia yang kerusakannya telah mencapai 71% di tahun 2011, ini. Mereka sadar bahwa menjaga lingkungan, seperti mangrove, adalah salah satu ibadah yang dianjurkan oleh Allah SWT kepada kita. Kalau KeSEMaT saja bisa tetap menjaga ekosistem mangrove walaupun berpuasa, kenapa teman-teman tidak bisa? Pasti bisa! Semangat MANGROVER!