8.6.12

Bagi Ilmu Mangrove ke Warga Pesisir, Presiden KeSEMaT Adakan Sosialiasi ke Warga Desa Tanggul Tlare, Jepara

Jepara - KeSEMaTBLOG. Pada tanggal 7 Juni 2012, bekerjasama dengan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Jepara dan PLTU Jepara, KeSEMaT sukses mengadakan penyuluhan mangrove ke puluhan warga Desa Tanggul Tlare, Jepara. Program inisiasi ini dilatarbelakangi dari kondisi pesisir Jepara yang telah rusak sehingga wajib segera diselamatkan. Kondisi ini membuat PLTU dan BLH Jepara menggaet KeSEMaT untuk bekerjasama dengan salah satu program CSR-nya, dalam rangka mencanangkan program-program rehabilitasi mangrove di Jepara. Pada kesempatan kali ini, KeSEMaT diwakili oleh Bapak Aris Priyono (DK) Sdr. Muhammad Faisal R. (Presiden), Sdr. Ganis R. E. (MENWEBNET), Sdr. Azizul Hakim (Staf Ahli MENKOMSI), Sdr. Tifan Nugraha (Staf MENWEBNET), Sdri. Annisa Pertiwi (Staf Ahli MENWEBNET), dan Sdri. Susi Rusmiati (Staf Ahli MENKEU).

Acara yang dimulai pada pukul 09.00 WIB ini, bertempat di Aula Kecamatan Kedung, Desa Tanggul Tlare dan dihadiri oleh puluhan warga asli Desa Tanggul Tlare, berikut sesepuhnya. Hadir pula perwakilan dari BLH Kab. Jepara, Bapak Hermawan (Kasubid. Pengendalian dan Konservasi Lingkungan) dan Camat Kecamatan Kedung Bapak Zaenuri yang sekaligus membuka acara penyuluhan yang bertema “Sosialisasi Lingkungan Hidup.” Setelah dibuka, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi. Materi yang pertama disampaikan oleh Bapak Hermawan dengan judul “Pelestarian Lingkungan Hidup.” Materi berisi penjelasan tentang tiga ekosistem yang ada di Jepara, yaitu mangrove, karang dan lamun. Dijelaskan pula bahwa terdapat beberapa permasalahan yang masih belum bisa dikontrol pengamanannya, yaitu penebangan pohon mangrove untuk digunakan sebagai kayu bakar. Selain itu, juga disampaikan beberapa solusi sehingga diharapkan dapat mengendalikan tindakan pengrusakan terhadap lingkungan dan pesisir di Jepara.

Materi kedua disampaikan oleh Sdr. Muhammad Faisal R. Materi yang disampaikan bertema “Rehabilitasi Mangrove dan Upaya Pemberdayaan Masyarakat Lokal.” Materi berisi tentang penjelasan umum mangrove dan permasalahan yang biasanya dihadapi oleh masyarakat terkait dengan pengelolaan mangrove di pesisirnya. Selain itu, juga disampaikan tentang keberhasilan program rehabilitasi mangrove yang sudah dilakukan oleh KeSEMaT selama kurun waktu sepuluh tahun terakhir, yang diharapkan dapat diadopsi oleh masyarakat Tanggul Tlare. Beberapa hal yang diinformasikan, diantaranya adalah teknik perencanaan dan persiapan (fisik, biologi dan sosial ekonomi), teknik kajian bathimetri, arus, gelombang, dan pasang surut di lokasi, teknik pembuatan Alat Pemecah Ombak (APO), teknik pemilihan spesies mangrove yang sesuai dengan kondisi lokal, dan lain-lain. Ditambahkan juga, bahwa terdapat beberapa jenis mangrove yang dapat dimanfaatkan untuk diolah menjadi makanan sehingga apabila dikelola dengan baik, manfaat mangrove dari sisi ekonomi dapat dirasakan secara langsung oleh warga sekitar yang tinggal disekitarnya.

Setelah pemaparan materi, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Secara umum, warga banyak menanyakan mengenai teknik penanaman mangrove beserta lokasinya yang nantinya akan dijalankan. Diakhir acara diberitahukan oleh BLH Jepara bahwa pada tanggal 12 Juni 2012, akan diadakan acara penanaman 10.000 bibit mangrove bersama Bupati Jepara dalam rangka memperingati hari Lingkungan Hidup Sedunia. Acara ditutup oleh Bapak Camat Kedung dan diakhiri dengan pemberian Buku Mangrove KeSEMaT kepada warga dan foto bersama.