30.6.12

KeSEMaTHURSDAY : Kelapa Bukan Mangrove

Semarang - KeSEMaTBLOG. “Kelapa bukan mangrove,” itulah informasi yang bisa didapatkan dari ajang diskusi-mangrove-mingguan KeSEMaT, yaitu KeSEMaTHURSDAY. Diselenggarakan pada tanggal 28 Juni 2012, mulai pukul 16.00 WIB – 18.00 WIB di Kantor KeSEMaT, kali ini KeSEMaTHURSDAY menghadirkan Sdr. Gempar T. A. (staf MENKEU) sebagai pembicara. Di ajang diskusi tentang ekosistem mangrove ini, juga muncul berbagai informasi dari KeSEMaTER, diantaranya mengenai salah satu ciri mangrove, yaitu tumbuhan pesisir yang mampu membentuk tegakan murni yang tumbuh bergerombol dan berkoloni di sekitar tumbuhan induknya. Hal inilah yang pada akhirnya membuat mangrove secara alami membentuk zonasi, bergerombol per spesiesnya.

Cara mangrove beregenerasi menggunakan propagul, telah membuat anakannya tumbuh di dekat induknya dalam radius tertentu dan membentuk tegakan murni. Untuk itulah, secara alami, ini membuat mangrove berbeda dengan tumbuhan darat yang bisa hidup di sembarang tempat tanpa membentuk koloni. Hal ini menjawab pertanyaan, mengapa kelapa bukan termasuk mangrove, karena beberapa ciri tumbuhan mangrove tidak bisa ditemukan dalam kelapa (tidak membentuk tegakan murni) yang termasuk dalam kategori tumbuhan pantai.

Hal ini dan hal lainnya, seperti penjelasan mengenai kandungan senyawa yang terkandung di buah mangrove asosiasi Pandanus - yang ternyata bisa diekstrak sebagai anti oksidan yang bisa menghambat penuaan karena bisa mengganti sel-sel kulit mati-, juga menjadi informasi berharga yang dibagikan gratis oleh para praktisi mangrove KeSEMaT. KeSEMaTHURSDAY yang dihadiri oleh puluhan KeSEMaTER dan KeMANGTEER ini berjalan baik dan kondusif. Bagi warga Semarang yang ingin mengetahui lebih banyak mengenai mangrove, jangan lupa untuk datang langsung ke Kantor KeSEMaT, setiap Kamis sore. GRATIS. Semangat MANGROVER!