14.9.13

Prof. Han Winterwerp Deltares Belanda, Berikan Kuliah Umum Hybrid Engineering

Semarang – KeSEMaTBLOG. Pada tanggal 13 September 2013, mulai pukul 08.30 WIB – 11.00 WIB, Wetlands International, Deltares, Jurusan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro dan KeSEMaT menyelenggarakan Kuliah Umum tentang Hybrid Engineering (HE). Narasumber dalam kuliah umum ini adalah Prof. Han Winterwerp, peneliti senior Deltares dari Belanda. Kuliah umum yang diadakan di ruang Aula Dekanat Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan ini, mengangkat tema “Karakteristik dan Tingkah Laku Pantai Berlumpur dan Pantai Berpasir Implikasi terhadap Desain Konstruksi HE.”

Peserta kuliah umum HE adalah mahasiswa dan mahasiswi dari berbagai angkatan serta para dosen Jurusan Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro. Acara dibuka oleh Prof. Norma, selaku Pembantu Dekan IV, kemudian dilanjutkan dengan kuliah umum.

Adapun materi yang disampaikan adalah keseimbangan erosi dan sedimentasi yang menjadi permasalahan pantai berlumpur di Suriname dan Thailand. Dilanjutkan dengan ilustrasi konsep perlindungan pesisir dengan bangunan keras/alat pemecah ombak (APO) di pantai berlumpur yang dipengaruhi refleksi gelombang maupun pasang surut dan studi kasus keberhasilan HE di Belanda, Vietnam serta negara-negara lain.

Bahasan diteruskan dengan permasalahan dan solusi, terkait erosi di Timbul Sloko Demak, yaitu dengan menerapkan HE untuk menangkap sedimen secara alami, sehingga dalam jangka panjang, sedimen yang terkumpul dapat digunakan sebagai lahan penanaman mangrove.

Kesimpulan dari kuliah umum ini adalah APO yang dibuat dengan konsep bangunan keras tidak dapat bekerja dengan baik, sangat mahal dan tidak dapat mengembalikan ekosistem alami pesisir. Tujuan dari HE adalah mengembalikan mangrove di pantai berlumpur dengan cara mengembalikan area yang hilang.

Kuliah umum berjalan menarik, hal ini nampak dari antusiasme peserta dalam mengikuti materi dan banyaknya pertanyaan yang disampaikan.

Acara ditutup dengan kesimpulan dan rekomendasi serta penyerahan kenang-kenangan Batik Bakau KeSEMaT oleh Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro kepada Prof. Han Winterwerp. Keseluruhan acara ditutup dengan foto bersama dan diskusi mangrove tertutup antara Prof. Han Winterwerp dengan para KeSEMaTER.