29.9.13

KeSEMaT Pembicara dan Trainer Mangrove di Sekolah Pantai Indonesia - UNESCO PBB

Demak - KeSEMaTBLOG. Pada tanggal 23 dan 24 September 2013, bertempat di SMA Negeri 1 Sayung, Demak, KeSEMaT menjadi pembicara mangrove di program Sekolah Pantai Indonesia (SPI). Program ini merupakan hasil kerjasana antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Indonesia dengan salah satu badan dunia dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yaitu United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

SPI merupakan program yang dilaksanakan dalam rangka penyadaran masyarakat pesisir tentang pengelolaan dan pengembangan pantai serta pembekalan mengenai dampak perubahan iklim terhadap ekosistem pantai, khususnya kepada siswa sekolah di wilayah pesisir.

SPI dilakukan dengan melibatkan anak-anak, remaja dan orang dewasa dalam pengamatan, perhitungan dan analisa ilmiah terhadap perubahan pada lingkungan pantai, menggunakan pendekatan multi-disipliner. SPI juga memberikan pemahaman tambahan mengenai bagaimana perubahan iklim mempengaruhi sistem pantai. 

Pada kesempatan kali ini, KeSEMaT diwakili oleh Sdr. Amrullah Rosadi (Presiden), Sdri. Vera Chandra Puspitasari (MENPUSMAT) dan Sdr. Windy Indra Ardiansyah (IKAMaT).

Pada hari pertama pelatihan, acara dimulai dengan pembukaan oleh KKP, yaitu Ibu Fegi Nurhabni. Kemudian, diadakan pelatihan berbagai materi dari pembicara-pembicara yang handal di bidangnya, diantaranya adalah Ibu Dwi Novita Wulandari (UNESCO) memberikan materi tentang sandwatch, pencemaran dan sampah.

Dilanjutkan oleh Bapak Dr. Agus Supangat (Dewan Nasional Perubahan Iklim - DNPI) menjelaskan mengenai perubahan iklim dan pengaruhnya pada area pesisir. Materi selanjutnya oleh Ibu Noveta Chandra, SP (BMKG) tentang penanganan banjir, Sdri. Vera Chandra Puspitasari (KeSEMaT ) tentang erosi pantai di Demak dan sekitarnya dan Sdr. Amrullah Rosadi (KeSEMaT) mempresentasikan materi mari belajar mangrove.

Secara keseluruhan, acara berjalan dengan baik dan lancar serta menyenangkan. Hal tersebut tampak dari antusiasme siswa-siswi dalam bertanya dan memperhatikan materi yang disampaikan. Setelah pengarahan aktivitas lapangan dan pembagian kelompok untuk esok hari, acara hari pertama ditutup.

Pada tanggal 24 September 2013 bertempat di Desa Timbul Sloko, diadakan pelatihan aktivitas lapangan kepada siswa-siswi SMAN 1 Sayung. Siswa-siswi dibagi menjadi empat kelompok, yaitu kelompok pengukuran curah hujan oleh Ibu Noveta Chandra, SP (BMKG), kelompok pengertiani jenis sampah dan penanganan sampah oleh Ibu Dwi Noveta Wulandari (UNESCO), identifikasi jenis mangrove dan fungsinya oleh Sdr. Windy Indra Ardiansyah (IKAMaT) dan pengamatan erosi maupun akresi oleh Sdri. Vera Chandra Puspitasari (KeSEMaT ).

Adapun metodologi sekolah pantai adalah amati pantai, analisa hasil, berbagi hasil dan bertindak. Acara dilanjutkan dengan pembuatan dan presentasi hasil pengamatan per kelompok, pembuatan rencana kerja kelompok dan rekap semua kegiatan. Setiap dua minggu ke depan, siswa-siswi akan melakukan pemantauan lapangan secara rutin.

Diharapkan dengan adanya SPI, siswa dapat meningkatkan kesadaran tentang konservasi pantai dan percaya diri berbicara di depan umum. Kegiatan ini juga mempunya tujuan jangka panjang untuk mengurangi dampak negatif dari perubahan iklim di masa yang akan datang. Semangat MANGROVER!