19.9.13

Studi Banding Pengelolaan Mangrove, ADRA Kunjungi KeSEMaT

Semarang – KeSEMaTBLOG. Pada tanggal 17 September 2013, setelah berdiskusi tentang mangrove dan upaya perlindungan pesisir terhadap erosi, Adventist Development and Relief Agency International (ADRA) Indonesia bersama KeSEMaT melakukan kunjungan ke Demak dan Semarang. Kunjungan ini bertujuan untuk studi banding dengan cara meninjau daerah yang terkena erosi, dimana masyarakatnya bersahabat dengan mangrove, sehingga mampu bertahan dengan kondisi yang ada. 

Tim ADRA, yaitu Bapak Kyriakos Erlan dan Bapak Munson Naibahao bersama Tim KeSEMaT, yaitu Sdri. Vera Chandra Puspitasari (MENPUSMAT) dan Sdr. Cahyadi Adhe Kurniawan (IKAMaT) melakukan perjalanan ke tiga tempat. Pertama, ke desa Timbul Sloko, Demak untuk melihat kondisi erosi dan juga beraudiensi dengan masyarakat tentang mitigasi yang telah dilakukan. Tingginya kesadaran masyarakat dalam melindungi pemukiman melalui upaya penanaman mangrove maupun upaya perlindungan pantai di Timbul Sloko terlihat jelas dari semangat gotong royong mereka.

Perjalanan dilanjutkan ke desa Bedono. Tim KeSEMaT memperlihatkan beragam tipe bangunan yang diupayakan oleh pemerintah Indonesia, untuk mengurangi erosi dan meredam besarnya hantaman gelombang yang biasa disebut Alat Pemecah Ombak (APO). APO di Demak terbuat dari pecahan batuan, ban, buis beton dan tumpukan beton.

Pada kunjungan di Pulau Burung yang juga merupakan akses menuju ke makam Syeh Mudzakir, terdapat beberapa rumah yang terpisah dengan daratan. Rumah tersebut dilindungi oleh mangrove jenis Avicennia yang dihuni oleh ratusan Bangau Putih. Salah satu hal menarik di pulau ini adalah jajanan khas Keripik Daun Mangrove. Jajanan tersebut merupakan daun mangrove jenis Avicennia marina yang dipetik, dicuci kemudian digoreng dengan balutan tepung. Tim ADRA kemudian mendokumentasikan kreativitas warga dan fenomena alam yang terjadi di lokasi tersebut sebagai oleh-oleh untuk masyarakat Karawang.

Setelah puas menikmati merdunya kicauan burung di hutan mangrove dan menimba banyak ilmu dari lokasi tersebut, rombongan bertolak menuju ke desa Tapak, Tugu. Rombongan beraudiensi dengan kelompok tani mangove setempat tentang pembibitan mangrove yang baik dan benar. Seusai dari Tapak, perjalanan dilanjutkan menuju ke bandara untuk mengantar Tim ADRA kembali ke Jakarta. Semoga perjalanan sehari ini dapat bermanfaat untuk warga Karawang dan sekitarnya. Amin. Semangat MANGROVER!