13.12.15

KeSEMaT Hadiri FGD Penyusunan Strategi Ketahanan Kota di Semarang

Semarang - KeSEMaTBLOG. Pada tanggal 4 Desember 2015, KeSEMaT yang diwakili oleh Sdri. Aktia Rizky Yani (Staf Ahli MENSEK) menghadiri Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Semarang. Acara yang bertema “Menuju Semarang Sebagai Kota Tangguh” ini juga dihadiri oleh berbagai instansi pemerintah, kelompok masyarakat, yayasan, dan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) yang ada di Semarang dari berbagai bidang.

FGD ini dilatarbelakangi oleh keterlibatan Kota Semarang sebagai salah satu kota dalam program 100RC. 100 Resilient Cities (100RC) merupakan sebuah program yang didanai oleh Rockefeller Foundation yang bertujuan untuk membantu kota-kota di seluruh dunia agar menjadi kota yang tangguh dalam menghadapi tantangan fisik, sosial, dan ekonomi yang tidak hanya diakibatkan oleh perubahan iklim.

Sebagai kota di pesisir utara Jawa, Semarang mengalami berbagai tantangan terutama dalam hal banjir rob dan banjir bandang yang disebabkan kenaikan permukaan laut, abrasi, dan penurunan muka tanah.

Kombinasi dari isu yang dihadapi Semarang merupakan penyemangat untuk memperkuat kota sebagaimana telah dilakukan Semarang sampai saat ini, sehingga dapat menjadi landasan yang baik bagi keterlibatan Semarang dalam program 100RC.

Acara dilaksanakan di Balai Kota Semarang, dengan pembagian empat aspek diskusi besar dan beberapa topik di dalamnya.. Setiap topik diskusi diisi oleh pihak-pihak yang sesuai dengan bidangnya.

Pada diskusi ini, KeSEMaT tergabung dalam aspek Kelembagaan dengan topik Lingkungan Strategis bersama beberapa stakeholder yang terkait dengan permasalahan lingkungan. Sebelum menuju ke aspek diskusi masing-masing, para hadirin diberikan pembekalan oleh Koordinator Kelompok Kerja Kapasitas Daerah mengenai permasalahan yang sedang dialami oleh Kota Semarang beserta penanganan yang sedang ataupun sudah dilakukan.

Pada aspek Kelembagaan dengan topik Lingkungan Strategis, disuguhkan beberapa aspek kapasitas terkait kebijakan lingkungan strategis beserta indikator keberhasilannya. Aspek kapasitas ini berisi tentang perumusan kerangka kebijakan, pengembangan kerangka hukum, mekanisme pengelolaan, analisis kondisi lingkungan, evaluasi program, dan berbagai peraturan yang terkait pengelolaan lingkungan strategis secara kompeherensif.

Indikator yang diberikan diantaranya keberadaan prosedur, mekanisme, hingga dokumen guna menggambarkan, menilai, dan mengendalikan kebijakan pemerintah baik di sektor pembangunan daerah maupun di bidang lingkungan.

Pada sesi ini, hadirin diminta menilai keberhasilan setiap aspek kapasitas beserta indikator yang ada guna mengetahui bagaimana keadaan sebenarnya kebijakan pemerintah terhadap pengelolaan lingkungan.

Selain itu, setiap hadirin, termasuk KeSEMaT juga diminta memberikan rekomendasi baik berupa strategi maupun tindakan dari setiap aspek kapasitas apabila belum sesuai dengan standar yang diharapkan.

“Pengelolaan lingkungan pesisir secara berkelanjutan adalah salah satu cara mengurangi dampak bencana alam di Kota Semarang. Mengajak masyarakat untuk memelihara dan peduli terhadap potensi sumberdaya di daerahnya masing-masing akan membantu pemerintah dalam meningkatkan pembangunan daerah yang bersifat konservatif. Itulah yang telah dilakukan oleh KeSEMaT di beberapa lokasi di Kota Semarang, yaitu secara rutin mengadakan penanaman mangrove bersama kalangan pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum dengan sistem monitoring dan evaluasi. Selain itu, pemberdayaan masyarakat pesisir dengan produk batik mangrove dan jajanan mangrove adalah salah satu usaha dari KeSEMaT dalam meningkatkan ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan lingkungan secara bijak,” jelas Aktia.