4.12.15

KeSEMaT Hadiri Workshop Inventarisasi Pencemaran dan Kerusakan Pesisir dan Laut KLHK Jakarta

Semarang - KeSEMaTBLOG. Pada tanggal 2 - 3 Desember 2015, KeSEMaT yang diwakili oleh Sdri. Audy Ramadhani S. S. (MENDIKTAN) dan Sdri. Himas Agustina S. R. (MENWIRA) menghadiri workshop yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dengan tema Inventarisasi Pencemaran dan Kerusakan Pesisir dan Laut. Selain KeSEMaT, acara ini juga dihadiri oleh berbagai instansi pemerintah dan yayasan terkait lingkungan hidup.

Acara dilaksanakan di salah satu hotel di Semarang, dengan delapan topik bahasan yang kemudian dibagi menjadi empat sesi.

Pada sesi pertama, topik yang dibahas adalah Kebijakan dan Strategi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Pesisir dan Laut yang disampaikan oleh Direktur PPKL - KLHK. Topik selanjutnya adalah Kebijakan Pengendalian Pencemaran dan Izin Pembuangan Limbah Cair ke Laut yang disampaikan oleh Sesdirjen PPKL - KLHK.

Dari sesi pertama, didapatkan kesimpulan bahwa setiap kebijakan dan strategi dalam menangani masalah pencemaran dan kerusakan daerah pesisir sudah ada, namun perlu adanya dukungan oleh berbagai pihak.

Hal ini penting, mengingat hampir semua industri di daerah Pantura membuang limbah mereka ke laut, sehingga untuk melakukan pembuangan harus ada perizinan pembuangan limbah di laut dengan syarat adanya pengolahan limbah terlebih dahulu, sebelum dilakukan pembuangan ke laut.

Pada sesi kedua, topik yang dibahas adalah Hasil Inventarisasi Sumber Pencemaran Point Source Teluk Semarang oleh Ibu Maulidyah dan Hasil Inventerisasi Sumber Pencemaran Non Point Source Teluk Semarang oleh Bapak Irwan Harun, keduanya dari pihak konsultan. Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab.

Sesi ketiga, membahas Hasil Inventerisasi Tingkat Kerusakan Ekosistem Mangrove di Pantura Jawa dan Metode dan Cara Penghitungan Tingkat Kerusakan Ekosistem Mangrove oleh Bapak Faisal dari yayasan mangrove.

Sesi terakhir, membahas mengenai Hasil Inventerisasi Tingkat Kerusakan Ekosistem Lamun di Pantura Jawa dan Metode dan Cara Penghitungan Tingkat Kerusakan Ekosistem Lamun oleh Drs. Wawan Kiswara dari P20 - LIPI.

Setiap sesi diadakan diskusi, dimana terdapat saran-saran maupun pertanyaan yang membangun untuk pelaksanaan pengelolaan lingkungan hidup di wilayah pesisir dan laut.

"Selain mengkampanyekan mangrove, di forum ini, kami juga bertemu dengan para penggiat mangrove di Jawa Tengah dan Rekan-rekan peduli lingkungan pesisir lainnya. Senang sekali bisa terus bersilaturahmi dan menjalin kerjasama dengan mereka, demi perbaikan dan pelestarian mangrove dan pesisir di masa depan," jelas Sdri. Audy.