10.6.16

Factory Visit dan FGD di Kulon Progo Warnai Mangrove Training 2016

Kulon Progo - KeSEMaTBLOG. Pada tanggal 29 Mei 2016, KeSEMaT menyelenggarakan program Mangrove Training bekerjasama dengan KeMANGTEER Yogyakarta dan Kelompok Mahasiswa Studi Lingkungan Mangrove Instiper Club (KMSL MIC) untuk pengenalan jenis mangrove di Pantai Selatan Jawa, praktik identifikasi mangrove dan rehabilitasi mangrove di Desa Pasir Mendit, Kulon Progo, Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan salah satu tahapan program kerja intern-tahunan KeSEMaT, yaitu Mangrove Training (MT) 2016: MANGROVEISTIMEWA.

KeSEMaTER mengikuti rangkaian kegiatan dengan sangat antusias. Kegiatan pertama merupakan pemaparan materi mengenai pengenalan jenis, kondisi dan permasalahan serta rehabilitasi mangrove di Pantai Utara dan Selatan Jawa yang kali ini berkesempatan untuk diisi oleh Sdr. Hudan Baskoro selaku trainer dari Alumni KeSEMaT (AMaT), Sdr. Muhamad Rafi Rizki selaku trainer dari KMSL MIC dan Sdr. Muhammad Fariz Putra selaku trainer dari KeMANGTEER Yogyakarta.

Pemaparan materi ini dilakukan di balai pertemuan yang berada tepat di depan kediaman Bapak Warso Suwito selaku ketua kelompok pelestari mangrove Wanatirta yang sebelumnya memberikan sambutan dan pengenalan mengenai mangrove di daerah tersebut.

Identifikasi mangrove
Kegiatan dilanjutkan dengan identifikasi mangrove di lapangan, tepatnya di Goa Mangrove Wanatirta. Dalam kegiatan identifikasi ini, KeSEMaTER dibagi menjadi tiga tim dan setiap tim didampingi oleh satu pendamping dari KeSEMaTER sendiri.

Selain itu, KeSEMaTER juga didampingi oleh rekan-rekan KeMANGTEER Jogja dan KMSL MIC yang menjelaskan mengenai kondisi mangrove yang berada di Pantai Selatan, Jawa.

KeSEMaTER harus berjalan terlebih dahulu sebelum mencapai lokasi kawasan mangrove. Sesampainya di lokasi, setiap kelompok diberikan pengarahan oleh pendamping dan mulai melaksanakan identifikasi.

Identifikasi dilakukan sekitar satu setengah jam. Setelah identifikasi mangrove dilakukan, acara selanjutnya adalah Focus Group Disscussion (FGD) yang dilakukan di kawasan Simpul Belajar Mangrove yang berada tidak jauh dari kawasan Goa Mangrove.

KeSEMaTER bersama rekan-rekan KeMANGTEER Jogja dan KMSL MIC melakukan diskusi dengan permasalahan pro dan kontra antara tambak yang dijual kepada pihak swasta untuk pembuatan pabrik atau tidak dijual dan dibiarkan dalam keadaan rusak yang dipandu oleh KeSEMaTER sendiri.

MT 2016 bertujuan untuk menambah pengetahuan dan keterampilan KeSEMaTER mengenai mangrove yang pada kali ini, khusus dalam bidang identifikasi dan rehabilitasi mangrove.

Cuaca yang cerah bersama rekan-rekan yang baru, sangat mendukung kegiatan sehingga menjadi lebih ceria dan bersemangat. Acara ini ditutup dengan pemberian kenang-kenangan dan foto bersama.

Factory visit
Selanjutnya, pada tanggal 31 Mei 2016, KeSEMaT menyelenggarakan Factory Visit (FV) ke PT. Marifood yang mengkolaborasikan program kerja antara Departemen Pendidikan dan Penelitian (DEPDIKTAN) dan Departemen Wirausaha (DEPWIRA) KeSEMaT.

Kegiatan ini termasuk dalam rangkaian acara MT 2016 yang sebelumnya telah dilaksanakan Mangrove Training ke Kulon Progo, Yogyakarta.

Program intern ini bertujuan untuk mengetahui proses produksi dan Corporate Social Responsibillity (CSR) yang dimiliki oleh sebuah perusahaan, seputar kepeduliannya dengan mangrove dan lingkungan pesisir.

FV dimulai dengan penyampaian materi oleh PT. Marifood mengenai sejarah hingga berbagai macam produk yang telah diproduksi selama kurang lebih 20 tahun terakhir ini. Acara ini dilanjutkan dengan mengunjungi pabrik PT. Marifood yang lokasinya tidak terlalu jauh dengan kantornya.

Menggunakan bus, rombongan sampai di lokasi pabrik. Kali ini, KeSEMaT diberi kesempatan untuk mengunjungi dan mengetahui bagaimana proses produksi minuman serbuk Marimas aneka rasa, mulai dari proses pencampuran bahan, hingga bagaimana tahap dan proses packing.

Pabrik Marimas sudah modern dan dilengkapi dengan standart mutu yang cukup tinggi. Keselamatan kerja dan apa saja yang harus diperhatikan saat masuk di suatu area pabrik, juga dijelaskan oleh PT. Marifood.

Disisi lain, PT. Marifood juga memperkenalkan kepada peserta MT 2016 produk baru yang akan dikeluarkan oleh PT. Marifood. Dalam kunjungan ini dijelaskan pula mengenai program-program CSR lingkungan mereka, yaitu rehabilitasi mangrove yang dalam hal ini bekerja sama dengan KeSEMaT.

Acara berlangsung dengan baik dan lancar. Setelah diskusi dan tanya jawab, FV ditutup dengan pemberian kenang-kenangan. (SB).