10.6.16

KeSEMaT Soroti Banjir Rob dan Penebangan Mangrove di Musyawarah RPJMD Kota Semarang 2016 - 2021

Semarang - KeSEMaTBLOG. Pada tanggal 5 - 6 Juni 2016, KeSEMaT kembali diundang dalam musyawarah yang berhubungan langsung dengan penentuan kebijakan rencana pembangunan jangka menengah, khususnya lembaga pemerintahan se-Kota Semarang. Acara yang bertajuk Musyawarah Rancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2016 - 2021 ini, berlangsung di Gedung Moch. Ikhsan Lantai VIII, Balaikota Semarang.

Acara yang berlangsung dari pagi hingga sore hari, selama dua hari ini turut dihadiri oleh elemen-elemen penting dari SKPD, DPRD, lembaga pemerintahan, tokoh masyarakat, hingga LSM-LSM yang terkait.

Sdr. Alve Hadika (MENWIRA) dan Sdri. Himas Agustina (DP) menjadi delegasi KeSEMaT dalam kegiatan ini.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang kemudian dilanjutkan dengan Laporan Bappeda Kota Semarang serta sambutan-sambutan. Kemudian, dilanjutkan dengan paparan-paparan perkembangan dan keadaan Kota Semarang, mulai dari paparan landasan dan pedoman Walikota dan Wakil Walikota terpilh hingga penyusunan SKPD, visi, misi tujuan dan sasaran RPJMD.

Musyawarah lebih hidup ketika masuk ke sesi tanya jawab dan diskusi kelompok, dimana kelompok dibagi atas Rumpun Pemerintahan dan Sosial Budaya, Rumpun Perekonomian, dan Rumpun Pengembangan Wilayah dan Infrastruktur.

Hadirin mengemukakan permasalahan yang terjadi di wilayah masing-masing. Banjir rob dan abrasi menjadi salah satu bahasan yang paling sering disuarakan oleh peserta musyawarah. Bencana yang tak kunjung hilang ini masih menemani keseharian masyarakat Semarang, seperti di Genuk, Terboyo, Trimulyo, dan lain-lain.

“Mangrove menjadi kunci utama dalam mengatasi bencana abrasi ini. Harapannya, dirancangkan penanaman dan pelestarian mangrove besar-besaran di pesisir Semarang untuk mengurangi abrasi ini di Kota Semarang,” jelas Sdr. Alve di tengah-tengah diskusi kelompok.

Setelah diadakannya musyawarah ini, diharapkan adanya tindakan lebih lanjut untuk kemajuan Kota Semarang, khususnya perihal penanganan banjir rob di jantung kota, penyelesaian kerusakan mangrove, abrasi dan permasalahan lainnya. (AS).