7.6.16

Jajaki Kerjasama, Peneliti Green Forest Product Singapura Kunjungi Kantor KeSEMaT

Semarang - KeSEMaTBLOG. Pada tanggal 1 Juni 2016, mulai pukul 13.30 - 14.30 WIB, Mr. Meriadec Sillanpaa seorang peneliti dari perusahaan Green Forest Product & Tech. Pte. Ltd. yang berbasis di Singapura melakukan kunjungan ke Kantor KeSEMaT. Sebagai informasi, Mr. Meriadec merupakan peneliti dalam bidang silvikultur mangrove yang salah satu lingkup kerjanya adalah mengembangkan program budi daya mangrove di perusahaannya.

"Selain memberikan presentasinya kepada para KeSEMaTER di Kampus FPIK UNDIP, dia juga melakukan penjajakan kerjasama dengan KeSEMaT untuk melakukan riset silvikultur dan pemetaan mangrove di salah satu area kerjanya di Bintuni, Papua. Rencananya, kami akan mengirimkan anggota kami untuk melakukan penelitian di Papua selama satu bulan," jelas Sdr. Mahbub Murtiyoso (Presiden).

Dalam kesempatan ini, Mr. Meriadec diterima secara langsung oleh Presiden KeSEMaT bersama dengan Sdr. Khalid H. D. A. (staf MENKOMSI) dan Sdr. Amrullah Rosadi (AMaT).

Banyak hal yang didiskusikan pada kesempatan kali ini, diantaranya saling tukar informasi dan pengalaman seputar pengelolaan mangrove di daerah masing-masing, yaitu KeSEMaT di Jawa dan Mr. Meriadec di Bintuni, Papua.

Sdr. Khalid juga menjelaskan mengenai program pemberdayaan masyarakat yang berhasil dilakukan oleh KeSEMaT dengan membentuk warga binaan di Mangunharjo, Semarang yang memproduksi olahan jajanan mangrove dan batik mangrove.

"Pak Meriadec sangat mengapresiasi upaya KeSEMaT dalam memberdayakan warga di Semarang sini. Dua produk mangrove KeSEMaT, yaitu Mas Jamang dan Batik Bakau adalah produk inovatif yang mampu diproduksi tanpa mengganggu keseimbangan ekosistem mangrove," jelas Sdr. Khalid.

Presiden KeSEMaT menambahkan bahwa dirinya tertarik untuk bekerjasama dengan pihak Green Forest yang sedang mengembangkan teknik budi daya mangrove yang aman bagi keseimbangan ekosistem di Bintuni.

"Kami banyak mendapat informasi terkait silvikultur mangrove. Ada beberapa teknik yang bisa diadopsi di sini, tentu saja dengan berbagai pertimbangan yang harus disesuaikan dengan kearifan lokal di Semarang," pungkasnya. (AS).