1.6.16

Pembicara Pertukaran Pemuda Antar Negara, Mahbub Murtiyoso: Organisasi Harus Persistence

Semarang - KeSEMaTBLOG. Pada tanggal 28 Mei 2016, mulai pukul 13.00 - 15.00 WIB, KeSEMaT yang pada kesempatan kali ini diwakili oleh Sdr. Mahbub Murtiyoso (Presiden) dan Sdr. Mustagfirin (MENDIKTAN) diundang untuk menjadi pembicara pada acara Pre-Departure Training Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2016. Acara ini diadakan di Ruang Rapat Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Semarang.

Selain KeSEMaT, acara pelatihan kali ini, dihadiri juga oleh komunitas besar di Semarang lainnya, seperti JAZZNGiSORiNGiN, Lopen, JRU (Jaringan Rumah Usaha), dan Asa Edu Project.

Acara training ini diadakan oleh panitia PPAN 2016 untuk memberi pembekalan terhadap kelima calon peserta pertukaran pemuda yang akan berangkat ke lima negara yang berbeda, yaitu, Australia, Korea Selatan, China, India, dan ASEAN-Jepang.

Pada kesempatan kali ini, KeSEMaT yang diwakili oleh Sdr. Mahbub Murtiyoso selaku Presiden KeSEMaT Kabinet Daniswara memberikan paparan materi mengenai profil KeSEMaT dan bagaimana sejarah berdirinya sampai bisa sebesar sekarang.

"Organisasi harus persistence. Untuk bisa mencapai di posisi sekarang ini, salah satu sikap yang kami terapkan adalah persistence. Ini adalah suatu sikap pantang menyerah dalam mencapai sesuatu yang kita inginkan. Suatu sikap yang mampu terus bangkit walaupun mengalami banyak kegagalan. Kami jatuh bangun dalam mengembangkan organisasi kami, terus berinovasi dan berkreasi, berteman dengan kritik bukan memusuhinya, tak lelah melebarkan sayap dan membuat afiliasi mangrove kami, dan Alhamdulillah, kami berhasil melewati setiap tantangan yang kami hadapi. Sebagai pemuda, kita harus punya semangat yang sama, seperti ini," tuturnya, saat ditemui selesai acara.

Tidak hanya itu, Presiden KeSEMaT kali ini juga berbagi pengalaman tentang bagaimana menyusun sebuah proyek dalam lingkungan sosial, mengingat KeSEMaT telah sukses mengembangkan industri mangrove kreatifnya, dengan membuat warga binaan batik, jajanan mangrove, dan lain-lain di Mangunharjo, Semarang yang produknya telah terjual hingga ke Jepang, Malaysia dan negara-negara lainnya.

”Acara Pre-Departure Training ini bertujuan agar para peserta pertukaran pemuda antar negara dapat memiliki pengalaman dan networking yang luas dengan komunitas-komunitas besar yang ada di Semarang. Harapannya kedepan, mereka dapat berkolaborasi dengan komunitas-komunitas tersebut untuk menyusun sebuah social project, setelah kembali ke tanah air,” tutur Sdr. Ade Pramudhito selaku ketua pelaksana kegiatan tersebut.

Setelah kelima organisasi menyampaikan paparan materinya, mengenai profilnya masing-masing, acara dilanjutkan dengan coaching clinic bagi para peserta PPAN 2016 bersama dengan pembicara. Kelima pembicara secara bergantian membagikan ilmu dan sharing pengalamannya.

“Kami berharap, dengan adanya acara ini, maka para peserta dapat membawa semangat komunitas dan ilmunya ke luar negeri tempat tujuan mereka. Hal ini juga sebagai salah satu upaya campaign penyelamatan ekosistem mangrove sampai ke seluruh dunia. Para peserta akan membawa semangat kami dalam menyelamatkan kawasan pesisir dan menginspirasi dunia untuk ikut menjaga mangrove dan lingkungan kita,” ujar Sdr. Mahbub Murtiyoso.

“Sebuah kehormatan bagi kami, dapat menjadi narasumber di acara pelatihan ini, karena orang-orang yang ada di sini adalah orang pilihan yang akan membawa nama Indonesia ke kancah internasional, termasuk di dalamnya nama KeSEMaT,” jelas Sdr. Mustagfirin (MENDIKTAN).

Acara ditutup dengan pemberian sertifikat kepada pembicara pelatihan dan dilanjutkan dengan foto bersama. (RK).