16.6.16

Jelang Lebaran, Mas Jamang Ludes!

Semarang - KeSEMaTBLOG. "Menginjak hari keduabelas puasa, Mas Jamang sudah full booked. Artinya, pesanan yang datang ke KeSEMaTOKO sudah penuh bahkan sempat menolak pesanan karena saking banyaknya permintaan. Jelang lebaran, Mas Jamang pasti ludes kejual mengingat animo mahasiswa UNDIP yang ingin bawa oleh-oleh unik, lain dari yang biasanya. Mas Jamang, jajanan mangrove sangat menarik minat mereka," jelas Hatta A. F. (staf MENWIRA) selaku koordinator KeSEMaTOKO.

Seperti tahun lalu, menjelang lebaran, memang Mas Jamang, salah satu produk andalan dari KeSEMaT yang berada di bawah manajemen perusahaan KeSEMaT, yaitu CV. KeMANGI selalu habis terjual.

Sdr. Hatta menambahkan bahwa pihaknya telah membuka open order selama kurang lebih satu minggu yang lalu, dan minat para konsumen, terutama mahasiswa UNDIP memang sangat tinggi.

"Mencari jajanan unik yang lain daripada yang lain, itulah yang membuat Mas Jamang laris manis. Anak muda sekarang, sudah banyak yang tahu tentang Mas Jamang. Tentu saja ini membuat saya pribadi senang karena dengan begitu, secara tidak langsung dapat mengkampanyekan mangrove kepada masyarakat luas. Bayangkan saja, kue lebarannya adalah Mas Jamang, pasti menarik sejkali," tambahnya.

Selain Mas Jamang, pihaknya juga memasarkan Mangrover ID dan Batik Bakau, sebagai produk-produk mangrove unggulan, yang di KeSEMaT sendiri diwadahi dalam manajemen KeSEMaTOKO.

Bekerjasama dengan CV. KeMANGI, produk-produk mangrove KeSEMaT dipasarkan kepada khalayak luas, baik melalui media offline, misalkan ke toko-toko terdekat di Semarang, hingga dijual secara online menggunakan semua media sosial yang dimiliki oleh jaringan KeSEMaT.

"Dengan konsep penjualan seperti ini, kami berharap agar produk-produk mangrove kami dapat lebih menjangkau konsumen di semua kalangan dalam media apapun." jelasnya.

Sebagai informasi, Mas Jamang dan Batik Bakau merupakan hasil sukses KeSEMaT dalam mendirikan dan membina warga binaan mangrovenya yang berpusat di Mangunharjo, Semarang.

Dengan konsep kemiitraan dengan warga Mangunharjo, industri mangrove kreatif KeSEMaT dapat bersaing dengan produk-produk kreatif lainnya di Indonesia, mengingat keduanya juga sudah dibeli oleh para konsumen dari luar negeri, seperti Singapura, Jepang dan negara lainnya. (AH).