13.1.11

“Ayo Salah..., Tanam Manglovenya yang Dalam, ya!”

Tapak – KeSEMaTBLOG. “Ayo Salah..., Tanam Manglovenya yang Dalam, ya!” Itulah celetuk si kecil Keffa, saat sedang menyemangati temannya Sarah, untuk bisa segera menanam bibit mangrovenya yang dalam, seperti dirinya, di area pertambakan pesisir Tapak Semarang, beberapa waktu yang lalu. Bersama dengan kurang lebih puluhan teman mereka, yang masih duduk di TK A dan TK B NASIMA Semarang, keduanya nampak senang sekali bisa menanam bibit-bibit mangrove yang telah disediakan oleh kakak-kakaknya dari KeSEMaT.

Keffa (kanan yang memegang botol minuman) dan Sarah (kiri yang sedang menanam mangrove) memang tidak sendirian, bersama dengan Bapak dan Ibu Guru mereka, kakak-kakanya dari KeSEMaTER dan masyarakat pesisir Tapak, keduanya nampak asyik menanam masing-masing 3 bibit mangrove, untuk membantu masyarakat Tapak, dalam menyelamatkan area pertambakannya dari gempuran abrasi pantai yang siap menenggelamkannya.

Keffa dan Sarah, dua orang anak kecil yang masih berumur 4 tahun itu, terlihat sibuk berkonsentrasi untuk menancapkan bibit-bibit Avicennia yang telah diletakkan di samping ajir, kemudian mencoba menanamnya dengan kedua tangan kecilnya ke lumpur. Lumpur tambak yang bau, nampak segera mengotori pakaian dan tangan mereka.


Namun demikian, kedua bocah ini, nampak tak peduli dengan bau, pun lumpur tambak yang bahkan mulai menempel di celana dan sepatu mereka, itu. Selanjutnya, tali rafia yang juga telah disiapkan di samping ajir, nampaknya telah berhasil menarik perhatian mereka. Sambil berkomat-komit, entah mengucapkan kata-kata apa, keduanya nampak serius mengikat Avicennia dengan tali rafia di ajir.

Sungguh, pemandangan Keffa dan Sarah dalam menanam mangrove ini, seolah memberikan penyadaran kepada kita, bahwa betapa adik-adik kita, anak-anak kita, generasi muda Indonesia yang notabene adalah penerus kita di masa depan, ternyata telah memiliki kesadaran yang baik untuk mencintai mangrove dan lingkungan pesisirnya. Untuk menanamankan rasa cinta mangrove dan lingkungan pesisir tersebut, tentu saja sekarang tergantung dari kita untuk terus memberikan pengetahuan mangrove kepada mereka.


Pengetahuan mangrove yang telah dimiliki oleh mereka, semenjak dari kecil, tentu saja akan berakibat pada pribadi mereka, suatu saat disaat telah beranjak dewasa dan memiliki tanggung jawab untuk memangku kebijakan mangrove di negara mangrove, bernama Indonesia, ini. Semoga saja, dengan tumbuhnya Keffa dan Sarah lainnya di negeri tercinta kita ini, maka nasib ekosistem mangrove kita, akan bisa lebih baik lagi di masa depan. Amin. Semangat MANGROVER!