6.1.11

“Telima Kasih Kakak KeSEMaTEL, Sekalang Kami Sudah Tahu Manglove...”

Semarang – KeSEMaTBLOG. “Telima Kasih Kakak KeSEMaTEL, Sekalang Kami Sudah Tahu Manglove...” Itulah judul artikel mangrove kami kali ini, yang kami cuplik dari suara hati Adik-adik kecil kami yang masih duduk di bangku TK A dan TK B Yayasan Pendidikan Islam (YPI) NASIMA Semarang, sesaat setelah kami selesai mengajar mangrove di sekolah, mereka. Adik-adik kecil kami yang rata-rata masih berusia 5 tahun dan berjumlah lima puluhan anak ini, nampak antusias dalam mendengarkan pengajaran mangrove kami, menggunakan slide-slide presentasi bergambar dan film mangrove yang telah kami siapkan dari kantor, malam sebelumnya.

“Gali...gali...tancap...tancap...tanam...tanam...mangrovenya” Itulah kata-kata yang kami ulang berkali-kali bersama Ibu Guru mereka, untuk mendidik mereka, agar informasi mangrove bisa sedikit terngiang di pikiran mereka, sehingga sewaktu Adik-adik kecil kami ini beranjak dewasa, ingatan akan mangrove bisa membekas dan terpatri di hati dan sanubari mereka. Setelah kami menjelaskan pengetahuan dasar mangrove, seperti jenis dan cara tanamnya, kami meminta mereka maju ke depan untuk mempraktekkan teknik menanam mangrove dan memegang secara langsung bibit mangrove, yang mereka sebut sebagai “manglove”. Walaupun masih agak takut dan sedikit kikuk, ternyata mereka mampu mempraktekkan dan menjawab beberapa nama spesies mangrove yang coba kami kenalkan kepada mereka dengan cara yang sederhana.

Pengajaran mangrove kami di TK YPI NASIMA, berawal dari undangan dari YPI NASIMA untuk bisa membantu mereka dalam mengkampanyekan ekosistem mangrove di TK – SMA NASIMA, dalam rangka memperingati hari ulang tahunnya yang ke-17. Tentu saja, kesempatan untuk mengajar dan memberikan penyuluhan mangrove kepada para generasi muda ini, tak kami sia-siakan. Selama tiga hari berturut-turut, mulai tanggal 5 – 7 Januari 2011, kami akan membagi pengetahuan mangrove kami kepada Adik-adik kami dan mengajak mereka untuk terjun langsung ke lapangan untuk menanam mangrove, dengan tujuan agar mereka lebih tahu dan dekat lagi dengan ekosistem pesisir yang sering dijarah, ini. Semoga saja, usaha kami ini bisa membuahkan hasil suatu hari nanti, disaat Adik-adik kami telah menggantikan kami dan mulai memegang peran penting dalam memegang kebijakan mangrove di negeri ini. Amin. Semangat MANGROVER!