3.1.11

Kisah BEGO yang (Dianggap) Bego!

Semarang – KeSEMaTBLOG. Lihatlah gambar di samping ini. Inilah BEGO. Entah mengapa disebut demikian, yang pasti, alat keruk dan timbun tanah, warna kuning, yang sudah seringkali kami lihat di pesisir Pantai Utara Jawa ini, selalu kami temukan di saat pekerjaan normalisasi sungai, pengerugan dan penimbunan tanah, dan proyek-proyek pesisir lainnya, sedang dijalankan.

Untuk BEGO yang satu ini, dia difoto oleh salah seorang KeSEMaTER ketika mendampingi warga Mangunharjo dalam menjalankan program MANGROVE DAY 2010, di kawasan mangrove mereka, beberapa bulan ke belakang. Ini sudah kesekain kalinya kami melihat BEGO, BEGO pertama, kami lihat disaat dia dijalankan oleh oknum manusia untuk mencerabut dan mengerug bibit-bibit mangrove yang sudah kami tanam dengan baik di pesisir Trimulyo Semarang, beberapa tahun silam.

Menurut kami, selain memang berguna dalam membantu pekerjaan kita dalam mengambil dan mengerug tanah untuk pelaksanaan proyek-proyek pembangunan fasilitas publik di pesisir, sisi lain BEGO yang kiranya sangat tidak baik adalah apabila dijalankan oleh oknum yang tidak mengerti akan arti konsep dan teknik konservasi dan reklamasi lahan pantai dan pesisir, maka alat ini mampu dengan baiknya dalam menormalisasi sungai secara serampangan sehingga mengakibatkan matinya ribuan propagul dan bibit mangrove yang ditanam di sekitarnya.


BEGO yang sering dianggap bego oleh sebagian masyarakat pesisir ini, memang sangat ditakuti sekaligus dibenci saat dia dikendarai oleh oknum perusak mangrove. Kekuatannya yang dahsyat dalam mematikan ribuan bahkan jutaan bibit mangrove baru, seringkali membuat warga pesisir kalap dan melemparinya dengan bebatuan dan sumpah serapah, di setiap kedatangannya.

Semoga saja, ke depan tidak ada lagi BEGO-BEGO yang dikendarai oleh oknum anti mangrove sehingga julukan BEGO yang bego, tak lagi dialamatkan kepada alat besi kuning, ini. Pertanyaanya sekarang, kalau tidak ditujukan untuk BEGO, lalu untuk siapa sebutan bego dialamatkan. Apakah nantinya, julukan ini akan disematkan kepada sang Oknum Pengendara BEGO? Silahkan Anda menilainya. Semangat MANGROVER!