9.1.11

Lagi, Para KeSEMaTER Kampanyekan Penyelamatan Mangrove di Televisi Nasional Indonesia!

Semarang – KeSEMaTBLOG. Lagi-lagi, untuk kesekian kalinya, KeSEMaT kembali menyuarakan kampanye penyelamatan ekosistem mangrovenya di televisi nasional Indonesia. Setelah berhasil bekerjasama dengan TRANS TV beberapa waktu yang lalu dengan pembuatan program pendidikan mangrove untuk Anak-anak Indonesia, yaitu CERITA ANAK, kali ini KeSEMaT kembali bekerjasama dengan salah satu televisi swasta nasional Indonesia yang sedang populer, yaitu TRANS7 untuk pembuatan program pendidikan berbasis riset, yaitu ASAL USUL.

Sampai dengan artikel ini ditulis, proses syuting telah dimulai, dengan mengambil konsep pemanfaatan dan fungsi sumber daya mangrove secara keseluruhan, mulai dari pengenalan spesiesnya, pendayagunaannya, upaya rehabilitasinya, unsur ekonominya, pemberdayaan masyarakatnya, dan lain-lain.

Proses syuting ASAL USUL TRANS7 kali ini, melibatkan para KeSEMaTER dan beberapa mitra kerjanya di pesisir Semarang dan Demak, yaitu para kelompok tani mangrove di kawasan Mangunharjo dan Bedono. Beberapa anak dan remaja di sekitar pesisir juga dilibatkan dengan konsep cerita penanaman dan pemanfaatan buah-buah mangrove sebagai bahan makanan. Narasumber, berasal dari KeSEMaT, yang menjelaskan berbagai persoalan seputar mangrove di area kerjanya, yaitu Semarang dan Demak.

Ajang kampanye KeSEMaT melalui media televisi, mulai dari televisi lokal sampai dengan nasional, sudah dimulai semenjak tujuh tahun yang lalu, yang diawali dari tayangnya film “Di Bawah Akar Bakau” KeSEMaT di sebuah televisi lokal di Semarang, yaitu PROTV. Saat itu, dengan konsep bincang-bincang, KeSEMaT menjelaskan mengenai proses pembuatan film fauna mangrovenya dan menyelipkan beberapa poin kampanye mangrove disaat diskusi dengan moderator dari PROTV sedang berlangsung.


Selanjutnya, beberapa kali KeSEMaT juga muncul di televisi lokal dan nasional, baik negeri dan swasta, setelah setiap kali program-program mangrovenya selesai dilaksanakan. Program pengibaran sang Merah Putih di area pertambakan dan mangrove Trimulyo Semarang, pada tanggal 17 Agustus untuk memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, bahkan sempat ditayangkan secara serempak di berbagai televisi nasional, di tahun 2010, yang lalu.

Mengkampanyekan penyelamatan mangrove ke televisi adalah penting, dengan tujuan untuk lebih menjangkau komunitas yang lebih luas lagi. Televisi yang notabene merupakan media massa terbesar, mampu dengan baik dalam menjangkau masyarakat sampai ke daerah-daerah di pelosok Indonesia.


Untuk itulah, maka televisi merupakan sebuah alat kampanye mangrove yang sangat efektif dan strategis. Semoga saja, dengan kehadiran kampanye mangrove KeSEMaT di televisi nasional, baik negeri maupun swasta, maka akan lebih banyak lagi masyarakat Indonesia yang mengerti mengenai mangrove, demi masa depan mangrove yang lebih baik lagi, di masa mendatang. Amin. Semangat MANGROVER!