19.11.13

Konstruksi APO Konsep Hybrid Engineering Belanda, Mulai Dibangun di Demak

Demak - KeSEMaTBLOG. Pada tanggal 5 November 2013, KeSEMaT bersama Wetlands International Indonesia Programme (WI-IP), mulai aktif melaksanakan diskusi pembangunan Alat Pemecah Omba (APO) berkonsep Hybrid Engineering (HE) dari Belanda, bersama masyarakat desa Timbulsloko, Kabupaten Demak.

KeSEMaT yang diwakili oleh Sdr. Arief Marsudi Hardjo (IKAMaT), Sdr. Amrullah Rosadi (Presiden), dan Sdri. Vera Chandra Puspita Sari (MENPUSMAT) bersama dengan Sdr. Apri Susanto, S.Pi. dan Sdri. Etwin Kuslati Sabarani, S.Pi, M.Sc serta Bapak Joni Trio, seorang ahli psikologi sosial masyarakat dari WI-IP, secara intensif melakukan pendekatan dengan warga pesisir Demak. Diskusi tersebut juga dihadiri oleh perwakilan dari Dinlutkan Kabupaten Demak, Bapak Suharto.

Diskusi HE dilaksanakan di rumah Kepala Desa Timbulsloko, H. Nadhiri. Diskusi dihadiri oleh beragam latar belakang masyarakat dari berbagai dukuh di Desa Timbulsloko.

Adapun diskusi tersebut bertujuan untuk mengajak peran serta warga pesisir Demak terhadap manfaat dibangunnya konstruksi HE di desa mereka.

Diskusi tersebut dipimpin oleh Bapak Joni Trio dan dimoderatori oleh Bapak Suharto. Dalam diskusi, dibahas bermacam-macam hal, antara lain, sejarah abrasi yang mulai melanda desa tersebut, manfaat mangrove sebelum adanya abrasi, nilai sosial desa di mata masyarakat, dan lain sebagainya.

Harapannya, masyarakat bisa menjaga konstruksi HE atau yang mereka sebut APO Kayu yang sudah dimulai tahap pembangunannya.

Selanjutnya, konstruksi bangunan HE tahap pertama dan kedua telah selesai dibangun di Dusun Bogorame, Desa Timbulsloko, Kabupaten Demak.

Masyarakat desa tersebut mulai merasakan dampak positif dari berdirinya tembok laut permeabel tersebut. Laju sedimentasi di sekitar konstruksi mulai meningkat dan tampak beberapa rumah terlindung dari terpaan gelombang tinggi.

Selain itu, masyarakat juga memulai uji coba untuk menanam mangrove di dalam konstruksi APO kayu tersebut, dimana propagul yang ditancapkan di dalam konstruksi HE, terlihat tumbuh dengan baik.

Diperkirakan propagul tersebut dapat tumbuh dengan baik di dalam konstruksi, karena laju sedimentasi yang lebih stabil dan perlindungan yang optimal dari gelombang. Semangat MANGROVER!