19.11.13

Profil Vera Chandra P., KeSEMaTER Peraih Juara 1 Mahasiswa Berprestasi 2013 FPIK UNDIP


Semarang - KeSEMaTBLOG. Lagi-lagi, KeSEMaTER berhasil menorehkan prestasi gemilang di bidang akademik, dengan berhasilnya Sdri. Vera Chandra Puspitasari dinobatkan sebagai Juara 1, Mahasiswa Berprestasi (MAWAPRES) dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Universitas Diponegoro (UNDIP).

Berikut ini, wawancara kami dengannya di Kantor KeSEMaT, ditengah-tengah kesibukannya sebagai Menteri Perpustakaan KeSEMaT (MENPUSMAT) periode 2012/2013.

Selamat telah terpilih sebagai MAWAPRES FPIK UNDIP 2013. Saat ini status Mbak, tips bisa terpilih dan apakah tujuan MAWAPRES FPIK UNDIP 2013?
Terima kasih. Nama saya Vera Chandra Puspitasari, masih menjabat sebagai MENPUSMAT KeSEMaT dan merupakan mahasiswi Program Studi Oseanografi UNDIP semester VII. Tipsnya semangat, tekun, pantang menyerah, kerja keras, terus belajar, dan berdoa tentunya. Pemilihan MAWAPRES ini memiliki tujuan untuk menghargai karya prestasi mahasiswa di kalangan perguruan tinggi.

IPK cumlaude, juga. Selamat, ya. Apa rahasianya?
Wah, terima kasih. Harus bisa bagi waktu antara kuliah dan organisasi. Rahasianya berpikir positif, kerja profesional dan jangan mudah mengeluh. Kerjakan semua tanggung jawab dengan hati senang, tenang dan ikhlas mengharap ridho-Nya, pasti hasilnya optimal.

Ilmu dan filosofi yang didapat dari KeSEMaT dan awal pertemuan dengan MAWAPRES?
KeSEMaT mengajarkan saya untuk cinta lingkungan terutama mangrove. Di sini, saya bisa menyalurkan rasa cinta kepada lingkungan saya dengan leluasa. Berbekal pengalaman mangroving dengan KeSEMaT, saya tergerak untuk menulis karya tulis dalam pemilihan MAWAPRES, yaitu “Mitigasi Bencana : Urgensi Bangunan Pantai dalam Pengelolaan Ekosistem Mangrove sebagai Perisai Gelombang di Pesisir Muara Sungai Plumbon Kawasan Mangunharjo dan Mangkang Kulon.”

Mengapa memilih tema ini?
Bersama KeSEMaT, saya banyak bertemu masyarakat dan mendengarkan keluh kesah mereka terhadap permasalahan lingkungan di pesisirnya. Nah, tulisan tersebut, berawal dari keprihatinan saya terhadap erosi pantai dan semakin berkurangnya luasan mangrove di pesisir Laut Utara Jawa. Karya tulis tersebut berisi analisis permasalahan, gagasan mitigasi dengan kombinasi bangunan pantai dan pengelolaan ekosistem mangrove terpadu berkelanjutan serta rekomendasi yang perlu diterapkan.

Arti kata prestasi, bagi Anda?
Bagi saya, berprestasi adalah mampu menyeimbangkan akademis, non akademis, pengabdian kepada masyarakat dan keluarga.

Setelah menjadi Juara 1 MAWAPRES FPIK UNDIP, kesibukan saat ini?
Saat ini, saya mendapat amanah sebagai asisten praktikum mata kuliah Thermodinamika, Sedimentologi, Statistika dan Gelombang di fakultas saya. Saya juga mewakili KeSEMaT di berbagai pertemuan forum mangrove dan lingkungan, seperti simsposium bidang kelautan baik nasional maupun internasional dan aktif dalam kompetisi debat sains, lingkungan maupun aspirasi mahasiswa serta pameran-pameran mangrove hingga lingkup ASEAN.

Saat ini, Anda juga mewakili KeSEMaT di proyek internasional Mangrove Capital, Wetlands International Indonesia Programme (WI-IP) dari Belanda?
Benar. Saya ditunjuk KeSEMaT sebagai Ketua Tim Monitoring dan Koordinator Lapangan di proyek "Baseline Assessment for Hybrid Engineering (HE) Experiment dalam rangka Mangrove Capital Project WI-IP bekerjasama dengan KKP Indonesia dan Deltares Belanda selama 5 bulan, dan sekarang masih berjalan hingga beberapa bulan ke depan.

Apa tugas dan tanggung jawab Anda di proyek HE kerjasama KeSEMaT, WI-IP dan Deltares Belanda, ini?
Saya bertugas mendampingi peneliti Deltares, Belanda, juga mengamati pengamatan kualitatif dan kuantitatif laju dan pola sedimentasi untuk memetakan pola dan laju pertambahan sedimen di dalam struktur permeabel. Saya juga dibantu Bapak Arief M. H. selaku Pimpinan Proyek HE dari CV. KeMANGI dan Yayasan IKAMaT yang memiliki tanggung jawab menghubungkan stakeholder terkait proyek HE di Demak, dimana mereka memiliki latar belakang yang beragam, mulai dari warga, praktisi, akademisi, LSM dari dalam dan luar negeri.

Pengalaman MANGROVING paling berkesan?
Bangga sekali, karena proyek HE merupakan pilot project pertama yang diimplementasikan di Asia yang memiliki daerah beriklim tropis. Dan, saya mewakili KeSEMaT, dipercaya untuk menangani proyek ini, di Demak. Selain itu, saat menjadi pembicara di Sekolah Pantai Indonesia di Demak dan Kendal program UNESCO dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Indonesia. Bangga sekali, karena program ini merupakan program internasional dan dunia dari UNESCO PBB.

Pernah diundang Presiden SBY langsung, ke Istana Negara, ya?
Benar. Berkat pencapaian saya selama di perkuliahan, maka saya mendapatkan Piagam Penghargaan dari Media Executive dan mendapatkan kesempatan untuk mengikuti Upacara Peringatan HUT Ke-68 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 2013.

Pesan untuk MANGROVER Indonesia?
Jadilah MANGROVER berprestasi dengan semangat berusaha, berdoa dan tetap rendah hati. Terus jaga, kampanyekan pelestarian mangrove di Indonesia dan dunia, apapun latar belakangmu. Dengan ide kreatif dan inovatif, optimis masa depan mangrove lebih cerah. Amin. Semangat MANGROVER!